Harga Emas Antam 18 Juni 2026 Turun Rp 30.000 Jadi Rp 2.703.000 Per Gram
Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam) mengalami penurunan pada perdagangan Kamis, 18 Juni 2026.
Berdasarkan data dari Bloomberg Technoz, harga emas Antam turun sebesar Rp 30.000 menjadi Rp 2.703.000 per gram.
>>> Pemerintah Disarankan Salurkan BSU untuk Jaga Daya Beli Masyarakat
Penurunan ini memutus tren penguatan yang terjadi sebelumnya.
Harga pembelian kembali atau buyback oleh Antam juga turun Rp 39.000 menjadi Rp 2.475.000 per gram.
Penyebab Penurunan Harga Emas
Pelemahan harga emas Antam dipicu oleh pergerakan harga emas dunia di pasar spot yang ditutup pada posisi US$ 4.278,2 per troy ons, turun 1,23% dalam sehari.
Koreksi ini mengakhiri reli kenaikan harga yang berlangsung selama empat hari berturut-turut, di mana nilai emas kumulatif bertambah hingga 6,37%.
Tingginya harga komoditas tersebut mendorong investor untuk mencairkan keuntungan. Tekanan jual akibat aksi ambil untung atau profit taking menjadi penyebab utama anjloknya harga.
>>> 4 Cara Mengatasi Cemburu agar Tidak Berujung Overthinking
Sentimen negatif juga datang dari Amerika Serikat setelah bank sentral Federal Reserve menahan suku bunga acuan pada kisaran 3,5-3,75%.
Kebijakan ini merupakan momentum perdana bagi Gubernur Kevin Warsh dalam rapat Komite Pengambil Kebijakan (FOMC), yang menggantikan Jerome Powell sejak bulan lalu.
Meski suku bunga tidak berubah, arah kebijakan cenderung mengetat.
Sembilan anggota komite memproyeksikan kenaikan suku bunga minimal 25 basis poin tahun ini, sementara enam anggota menilai perlu dua kali kenaikan.
>>> Kurs Rupiah Melemah ke Rp17.853 per Dolar AS pada 18 Juni 2026
Kondisi suku bunga tinggi memberikan tekanan tambahan bagi emas karena sifatnya yang tidak memberikan imbal hasil, membuat kepemilikan emas kurang kompetitif.
Update Terbaru
Menhub Dudy Tetap Bahas Penyesuaian Tarif Batas Atas Tiket Pesawat
Kamis / 18-06-2026, 10:55 WIB
Ravianto Ramadhan Lolos ke Semifinal Boulder World Climbing Series Innsbruck
Kamis / 18-06-2026, 10:55 WIB
Trump ancam serang lagi Iran jika kesepakatan damai tak dipatuhi
Kamis / 18-06-2026, 10:55 WIB
Mendag Tegaskan HET Minyakita Tetap Rp15.700 per Liter
Kamis / 18-06-2026, 10:55 WIB
Polres Bogor Bangun Delapan Rumah Warga dari Dana Patungan Anggota
Kamis / 18-06-2026, 10:55 WIB
Saham BBCA Memerah ke Rp 6.125 akibat Tekanan Jual Pasca-Ex Date Dividen
Kamis / 18-06-2026, 10:53 WIB
PN Jakarta Pusat Eksekusi Lahan Eks Hotel Sultan, Ricuh Massa Pengadang
Kamis / 18-06-2026, 10:52 WIB
Rupiah Melemah Tertekan Pernyataan Hawkish The Fed
Kamis / 18-06-2026, 10:52 WIB
Ekonom: Proyek Panas Bumi Tarik Minat Pendanaan Global
Kamis / 18-06-2026, 10:52 WIB
Siswa SMA di Jaksel Meninggal Usai Terjatuh dan Terlindas Bus
Kamis / 18-06-2026, 10:52 WIB
Kemenag: Penyuluh agama harus manfaatkan medsos sebagai sarana dakwah
Kamis / 18-06-2026, 10:52 WIB
AAUI Ungkap Rencana Danantara Konsolidasi Asuransi BUMN
Kamis / 18-06-2026, 10:52 WIB
Kementerian ESDM Pastikan Mandatori Biodiesel B50 Berlaku 1 Juli 2026
Kamis / 18-06-2026, 10:52 WIB
Bank Ina Kaji Ulang Bunga Simpanan Usai BI Rate Naik ke 5,5%
Kamis / 18-06-2026, 10:49 WIB






