Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menegaskan bahwa harga eceran tertinggi (HET) Minyakita masih tetap Rp15.700 per liter.

"Sampai saat ini, tidak ada kenaikan HET Minyakita, masih Rp15.700 per liter," kata Budi dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

>>> Polres Bogor Bangun Delapan Rumah Warga dari Dana Patungan Anggota

Pemerintah saat ini fokus memperkuat distribusi Minyakita agar lebih mudah diakses masyarakat, terutama di pasar-pasar rakyat.

Penguatan distribusi dilakukan melalui BUMN pangan, yaitu Perum Bulog dan ID FOOD.

Budi berharap langkah ini dapat memperluas jangkauan distribusi sekaligus menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga Minyakita di berbagai daerah.

"Kami saat ini akan fokus pada distribusi Minyakita ke pasar-pasar rakyat melalui BUMN Pangan seperti Bulog dan ID FOOD.

Kami harap, Minyakita akan semakin banyak di pasar," ujar Budi.

>>> Rupiah Melemah Tertekan Pernyataan Hawkish The Fed

Pemerintah juga akan bersinergi untuk memastikan kebutuhan minyak goreng dalam program bantuan pangan dapat dipenuhi menggunakan produk minyak goreng merek lain.

Selain itu, pemerintah meminta produsen meningkatkan produksi minyak goreng merek alternatif atau second brand untuk mendampingi Minyakita.

Ketersediaan minyak goreng second brand diharapkan dapat memberi lebih banyak pilihan minyak goreng dengan harga terjangkau kepada masyarakat.

"Kami juga meminta para produsen untuk memproduksi lebih banyak minyak goreng second brand. Sekarang pun, sudah banyak di pasar rakyat ya, tidak hanya Minyakita.

>>> Ekonom: Proyek Panas Bumi Tarik Minat Pendanaan Global

Jadi sudah mudah untuk didapatkan," imbuh Budi.