PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) akan mengkaji ulang tingkat bunga simpanannya setelah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,5 persen pada akhir pekan lalu.

Penyesuaian ini bertujuan menjaga daya tarik produk penghimpunan dana perseroan di tengah kompetisi perbankan.

>>> KTO Beri Diskon Tiket Bus untuk Turis Asing, Ini Syaratnya

Direktur Utama Bank Ina, Henry Koenaifi, menilai keterlambatan penyesuaian bunga berisiko memicu perpindahan dana nasabah ke bank lain atau instrumen investasi dengan imbal hasil lebih tinggi.

"Kami akan menaikkan bunga sejalan dengan kenaikan bunga BI. Kalau tidak, sebagian dana nasabah mungkin akan pergi," ujar Henry.

Manajemen belum memastikan besaran kenaikan bunga simpanan yang akan diterapkan. Keputusan final masih mempertimbangkan dinamika industri perbankan nasional dan kompetisi penghimpunan dana di pasar keuangan.

>>> Portugal Ditahan Imbang DR Kongo 1-1 pada Laga Pembuka Piala Dunia 2026

Kinerja Keuangan Bank Ina

Berdasarkan laporan keuangan per April 2026, total dana pihak ketiga (DPK) Bank Ina tumbuh 40 persen secara tahunan menjadi Rp27,79 triliun.

Mayoritas DPK masih didominasi dana mahal berbentuk deposito sebesar 53,62 persen.

>>> Timnas Jerman Temukan Ular Berbisa di Markas Latihan Piala Dunia 2026

Hingga April 2026, Bank Ina telah menyalurkan kredit sebesar Rp15,07 triliun dan membukukan laba bersih Rp60,52 miliar.