Timnas Portugal harus puas berbagi poin setelah ditahan imbang DR Kongo dengan skor 1-1 pada pertandingan pembuka Grup K Piala Dunia 2026.

Laga yang digelar di Houston Stadium ini diwarnai kegagalan Cristiano Ronaldo mencetak gol. Sang kapten kini melewati 10 laga beruntun tanpa gol bersama Selecao di turnamen besar.

>>> Timnas Jerman Temukan Ular Berbisa di Markas Latihan Piala Dunia 2026

Portugal mengawali laga dengan meyakinkan setelah Joao Neves mencetak gol pada menit keenam. Gelandang berusia 21 tahun itu menyundul bola hasil umpan silang Pedro Neto dari sisi kiri.

Torehan ini menempatkan Joao Neves sebagai pencetak gol termuda ketiga bagi Portugal di sejarah Piala Dunia. Namanya kini berada di bawah Cristiano Ronaldo dan Goncalo Ramos.

Namun, keunggulan tersebut sirna pada masa injury time babak pertama, tepatnya menit ke-45+5. Yoane Wissa berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 sekaligus mencetak gol bersejarah bagi negaranya.

Gol Yoane Wissa merupakan gol perdana DR Kongo di putaran final Piala Dunia setelah menanti selama 52 tahun.

Terakhir kali mereka berpartisipasi adalah pada tahun 1974 saat masih bernama Zaire.

Dominasi Operan Portugal Berakhir Sia-sia

Sepanjang pertandingan, anak asuh Roberto Martinez menguasai jalannya permainan dengan mencatatkan 724 operan sukses. Angka ini menjadi jumlah operan tertinggi Portugal dalam satu laga Piala Dunia menurut Opta.

>>> Colorpak Indonesia Bagikan Dividen Rp170,51 Per Saham, Yield Tembus 10%

Gelandang Vitinha juga mengukir rekor personal dengan membuat 121 operan sukses. Jumlah tersebut merupakan operan terbanyak oleh seorang pemain Portugal dalam sebuah pertandingan Piala Dunia.

Kendati dominan, aliran bola tersebut gagal dikonversi menjadi peluang matang karena rapatnya pertahanan DR Kongo.

Portugal tercatat hanya mengumpulkan nilai expected goals (xG) sebesar 0,64, berbanding 0,82 milik DR Kongo.

Skuat Selecao sempat merayakan gol melalui bek Joao Cancelo, namun dianulir wasit karena sang pemain berada dalam posisi offside.

Skor imbang 1-1 bertahan hingga pertandingan selesai.

Hasil ini memutus tren buruk DR Kongo yang pada partisipasi sebelumnya di tahun 1974 kebobolan 15 gol tanpa bisa membalas.

>>> Bank Ina Kaji Ulang Bunga Simpanan Imbas Kenaikan BI Rate

Tambahan satu poin ini menjadi modal berharga bagi tim asuhan Sebastien Desabre.