Minat Investor Global Meningkat, Sektor Panas Bumi RI Berpeluang Raih Pendanaan
Komitmen berbagai negara untuk mencapai target net zero emission mendorong peningkatan minat investor global terhadap proyek energi bersih secara berkelanjutan.
Kebutuhan investasi yang besar dalam mendukung transisi energi membuat sektor panas bumi Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menarik pendanaan internasional, termasuk bagi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO).
>>> KPK Hentikan Sementara Penyelidikan Kasus Dugaan Korupsi MBG
Pengamat pasar modal Dipo Satria Ramli menilai bahwa perhatian investor yang menguat terhadap energi hijau membuka peluang lebih luas bagi pengembang panas bumi untuk memperoleh pembiayaan jangka panjang.
"Memang ada beberapa tipe investor niche tertentu yang hanya fokus pada clean energy.
Jadi, proyek-proyek panas bumi dengan prospek yang jelas akan sangat menarik bagi mereka," ujar Dipo dalam keterangannya, Kamis (18/6/2026).
PGEO berada pada posisi yang relatif menguntungkan dibandingkan banyak pengembang energi terbarukan lainnya karena memiliki portofolio proyek yang lebih matang.
Kesiapan proyek menjadi salah satu faktor utama yang dipertimbangkan investor sebelum menempatkan dananya.
Pada awal Juni lalu, tiga proyek panas bumi yang dikembangkan Pertamina Geothermal Energy berpotensi memperoleh dukungan pendanaan internasional setelah masuk dalam Green Book 2026 yang diterbitkan Kementerian PPN/Bappenas.
Ketiga proyek tersebut meliputi PLTP Lumut Balai Unit 3 berkapasitas 55 MW, PLTP Lumut Balai Unit 4 sebesar 55 MW, serta PLTP Lahendong Unit 7–8 dengan kapasitas 50 MW.
>>> 6 Cara Membedakan Celana Jeans Levi's Asli dan Palsu
Dipo menjelaskan, proyek yang telah memiliki kepastian pembeli listrik (offtaker), kesiapan infrastruktur pendukung, serta peta jalan pengembangan yang jelas umumnya lebih mudah memperoleh akses pendanaan dari lembaga keuangan maupun investor global.
Update Terbaru
Republik Ceko vs Afrika Selatan: Perburuan Kemenangan Perdana di Grup A Piala Dunia 2026
Kamis / 18-06-2026, 08:40 WIB
Antara Beton dan Rasa Aman Warga: Surabaya Hentikan Proyek Box Culvert
Kamis / 18-06-2026, 08:40 WIB
Freeport Serahkan Draf Perjanjian Divestasi Saham 12 Persen ke Pemerintah
Kamis / 18-06-2026, 08:37 WIB
KPK Buka Peluang Periksa Lagi ASN Bea Cukai yang Viral Lari dari Jurnalis
Kamis / 18-06-2026, 08:36 WIB
Empat Platform Ini Mudahkan Penggemar Pantau Piala Dunia 2026
Kamis / 18-06-2026, 08:36 WIB
The Fed Pertahankan Suku Bunga Acuan AS di Kisaran 3,5 Persen
Kamis / 18-06-2026, 08:36 WIB
Perbedaan UV Filter dan SPF dalam Sunscreen yang Perlu Diketahui
Kamis / 18-06-2026, 08:36 WIB
Kementerian ESDM: Harga Pertamax Berpeluang Turun Jika Minyak Dunia Melemah
Kamis / 18-06-2026, 08:36 WIB
Polisi Kerahkan 3.161 Personel Amankan Eksekusi Hotel Sultan
Kamis / 18-06-2026, 08:35 WIB
The Fed Tahan Suku Bunga Acuan di Tengah Inflasi yang Masih Tinggi
Kamis / 18-06-2026, 08:35 WIB
Oriflame Indonesia Luncurkan Novage Proceuticals 10% Niacinamide Power Drops
Kamis / 18-06-2026, 08:35 WIB
Kawasaki Brusky 125 Siap Bersaing dengan Yamaha FreeGo 125 di Pasar Skutik
Kamis / 18-06-2026, 08:33 WIB
Kualitas Udara Jakarta Pagi Ini Masuk Kategori Tidak Sehat
Kamis / 18-06-2026, 08:33 WIB
Ekonom Prediksi BI Rate Tetap 5,50 Persen pada RDG Juni 2026
Kamis / 18-06-2026, 08:32 WIB






