Kualitas udara di Jakarta pada Kamis pagi, 18 Juni 2026, masih berada dalam kategori tidak sehat.

Data dari IQAir pada pukul 06.00 WIB menunjukkan indeks kualitas udara (AQI) mencapai 146.

>>> Ekonom Prediksi BI Rate Tetap 5,50 Persen pada RDG Juni 2026

Konsentrasi partikel halus PM2.5 tercatat sebesar 53,6 mikrogram per meter kubik. Angka ini jauh di atas ambang batas aman yang direkomendasikan.

Pemantauan melalui aplikasi Jakarta Kini (JAKI) pada pukul 07.30 WIB juga menunjukkan kondisi tidak sehat di sejumlah wilayah.

Marunda di Cilincing mencatat indeks 129, sementara Pasar Minggu di Jakarta Selatan mencapai 119.

Lokasi lain dengan kualitas udara buruk meliputi Stadion JIS di Tanjung Priok dengan indeks 116, Taman Sungai Kendal di Cilincing dengan 115, dan Pondok Rangon di Cipayung dengan 109.

Bahaya Partikel PM2.5 bagi Kesehatan

Partikel PM2.5 memiliki diameter kurang dari 2,5 mikron, sehingga mudah lolos dari sistem penyaringan alami paru-paru.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), partikel ini dapat masuk ke aliran darah dan merusak organ vital seperti jantung dan otak.

>>> Urutan Basic Skincare yang Benar untuk Menjaga Skin Barrier

Paparan polusi udara tidak hanya menyebabkan batuk atau radang tenggorokan, tetapi juga meningkatkan risiko penyakit serius.

WHO mencatat beberapa penyakit yang terkait erat dengan polusi, antara lain stroke, penyakit jantung iskemik, PPOK, kanker paru-paru, pneumonia, dan katarak.

Penelitian terbaru juga mengaitkan polusi udara dengan diabetes, gangguan kognitif, penyakit neurologis, serta risiko bayi lahir prematur atau berat badan lahir rendah.

Efek Jangka Pendek dan Jangka Panjang

Efek jangka pendek dari menghirup polusi tinggi dapat menurunkan fungsi paru secara drastis dalam hitungan jam atau hari.

Hal ini juga memicu infeksi saluran napas akut dan serangan asma.

Dalam jangka panjang, paparan kronis selama bertahun-tahun menyebabkan kerusakan jaringan yang memicu penyakit tidak menular seperti stroke dan kanker.

>>> Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Program Makan Bergizi Gratis

Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita komorbid paling berisiko mengalami dampak buruk.