Istilah UV filter dan SPF sering ditemukan pada kemasan tabir surya. Banyak yang menganggap keduanya sama, padahal memiliki fungsi berbeda.

SPF merupakan singkatan dari Sun Protection Factor. Ukuran ini menunjukkan kemampuan produk melindungi kulit dari sinar UVB yang menyebabkan kulit terbakar.

>>> Kementerian ESDM: Harga Pertamax Berpeluang Turun Jika Minyak Dunia Melemah

Semakin tinggi angka SPF, semakin besar perlindungan terhadap UVB. Misalnya, SPF 30 berarti kulit butuh paparan UVB lebih banyak untuk memerah.

Namun, SPF tidak mengukur perlindungan terhadap sinar UVA. Sinar UVA memicu penuaan dini dan hiperpigmentasi.

UV filter adalah bahan aktif dalam sunscreen yang menyerap, memantulkan, atau menghamburkan sinar UV sebelum mencapai kulit.

UV filter terbagi menjadi dua jenis: filter organik (chemical sunscreen) dan filter anorganik (physical sunscreen).

Filter organik menyerap sinar UV dan mengubahnya menjadi panas, sedangkan filter mineral seperti zinc oxide dan titanium dioxide memantulkan dan menyerap sinar UV.

>>> Polisi Kerahkan 3.161 Personel Amankan Eksekusi Hotel Sultan

Setiap UV filter memiliki kemampuan berbeda terhadap UVA dan UVB. Produsen biasanya mengombinasikan beberapa filter untuk perlindungan broad spectrum.

Perbedaan Utama SPF dan UV Filter

SPF adalah ukuran tingkat perlindungan, sedangkan UV filter adalah bahan aktif yang memberikan perlindungan tersebut.

SPF hanya mengukur perlindungan terhadap UVB. Sementara UV filter bisa melindungi dari UVB, UVA, atau keduanya.

Contohnya, zinc oxide memberikan perlindungan luas terhadap UVA dan UVB. Filter lain mungkin hanya efektif untuk satu jenis sinar.

Saat memilih sunscreen, jangan hanya fokus pada angka SPF.

>>> The Fed Tahan Suku Bunga Acuan di Tengah Inflasi yang Masih Tinggi

Perhatikan jenis UV filter dan pastikan produk memiliki klaim broad spectrum untuk melindungi dari penuaan dini dan kerusakan kulit jangka panjang.