Penyerang tim nasional Amerika Serikat, Ricardo Pepi, bersiap menjalani debut Piala Dunia 2026. Ia akan tampil saat Amerika Serikat menghadapi Paraguay pada 12 Juni 2026 di Los Angeles.

Perjalanan Pepi menuju panggung terbesar sepak bola dunia tidaklah mudah. Di balik kesuksesannya, ada perjuangan panjang dan pengorbanan besar dari kedua orang tuanya.

>>> Jamkrindo Salurkan Penjaminan Kredit Rp120,9 Triliun hingga Mei 2026

Daniel dan Ana, pasangan imigran asal Meksiko, bekerja sebagai tukang taman dan asisten rumah tangga. Mereka berjuang di El Paso, Texas, demi mendukung mimpi sang anak.

Sejak usia 13 tahun, Pepi harus tinggal jauh dari keluarganya untuk mengejar karier profesional. Keputusan itu sangat berat, terutama bagi orang tuanya.

"Ayah saya sangat penting bagi karier saya. Beliau adalah pelatih saya selama 10 atau 11 tahun.

Itu membutuhkan waktu dan pengorbanan," ujar Pepi.

Mantan pelatih Pepi, Miguel Lopez, menegaskan bahwa berpisah di usia dini adalah langkah berat.

>>> Korlantas Polri Resmi Luncurkan SIM Digital, Bisa Diakses via Aplikasi

"Jika Anda punya anak, Anda tahu apa artinya membiarkan seorang putra pergi sendirian, pada usia 13 tahun, ke kota besar lain untuk mewujudkan mimpinya.

Ya, itu sangat sulit," kata Lopez.

Karier Pepi mulai menanjak saat berusia 18 tahun. Ia mencetak 13 gol dari 31 pertandingan di Major League Soccer dan meraih penghargaan Pemain Muda Terbaik.

Pemain berusia 23 tahun itu kini mengantongi 13 gol dari 37 penampilan bersama timnas Amerika Serikat.

>>> Louna Luncurkan Dual Arc, Perkuat Strategi Berbasis Komunitas

Sebelumnya, ia gagal menembus skuad Piala Dunia 2022, tetapi kini dipastikan tampil pada edisi 2026.