Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan kebijakan B50 siap diimplementasikan pada 1 Juli mendatang.

Ia optimistis program ini dapat mengurangi impor solar jenis C48.

>>> Pemkot Sorong: Alokasi Minyak Tanah Subsidi Capai 1.455 Kl per Bulan

"Insya Allah, kami sangat optimis untuk implementasi perilisan B50 itu akan dilakukan nanti di 1 Juli.

Dengan demikian, itu akan mengurangi atau bahkan kita tidak lagi melakukan impor solar, khususnya C48," kata Bahlil di Jakarta, Kamis.

Bahlil memastikan teknis implementasi program B50 telah melalui tahap uji coba dan menunjukkan hasil yang baik. Kadar air B50 saat ini lebih sedikit dibandingkan B40.

Uji coba telah dilakukan di berbagai kendaraan, seperti alat berat, kapal, kereta api, dan alat pertanian.

Kebijakan ini diperkirakan menghemat devisa negara hingga Rp157,28 triliun pada tahun ini.

Dampak Ekonomi dan Lingkungan

Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia menjelaskan penghematan devisa dari penurunan impor solar melalui B50 meningkat sekitar 17,9 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp133,3 triliun.

>>> Kebakaran Semak di Miami Cemari Udara Saat Jadi Tuan Rumah Piala Dunia

Program B50 juga berpotensi menciptakan nilai tambah minyak kelapa sawit mentah (CPO) sebesar Rp24,68 triliun.

Selain itu, program ini dapat menyerap 2,21 juta tenaga kerja dan menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 46,72 juta ton.

Menurut Anggia, implementasi B50 tidak hanya berdampak positif pada neraca perdagangan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi.

Rangkaian uji coba B50 telah dilakukan sejak tahun lalu. Uji teknis untuk sektor otomotif dimulai pada 2 Desember 2025 dan ditargetkan rampung Juni 2026.

Pemerintah juga masih melakukan uji teknis pada alat dan mesin pertanian (alsintan) serta alat pertambangan yang ditargetkan selesai pada Semester II 2026.

Uji teknis untuk sektor perkeretaapian dan pembangkit listrik juga masih berjalan.

>>> Timnas Esports Indonesia Lolos ke Babak Utama Asian Games 2026

"Walaupun di beberapa sektor tahap uji teknisnya masih berjalan, tapi kami memastikan bahwa implementasi ini akan dilakukan serentak," imbuh Anggia.