Sebanyak 42 petani kentang yang tergabung dalam keluarga besar Bani Sawijaya asal Desa Karangtengah, Banjarnegara, Jawa Tengah, berangkat haji bersama pada musim haji 2026.

Rombongan dari Dataran Tinggi Dieng ini masuk dalam Kloter 71 Embarkasi Solo. Keberangkatan massal terjadi tanpa direncanakan karena mereka mendaftar secara terpisah pada rentang 2012 hingga 2013.

>>> IHSG Dibuka Melemah ke Level 6.159 pada 18 Juni 2026

Dari total 53 jemaah haji asal Desa Karangtengah, 42 orang merupakan anggota keluarga besar Bani Sawijaya. Jemaah tersebar di sembilan dari sepuluh RT yang ada.

Keterkejutan dan Prinsip Keluarga

Subianto, salah satu anggota keluarga, mengaku terkejut saat mengetahui banyak kerabat yang masuk daftar keberangkatan tahun ini setelah mengikuti manasik haji.

"Awalnya kami juga heran. Setelah ada pemanggilan dan manasik haji, ternyata banyak sekali keluarga yang masuk dalam daftar keberangkatan tahun ini.

Padahal waktu mendaftarnya tidak bersama-sama," ujar Subianto di Madinah.

Ia menegaskan seluruh anggota keluarga berprofesi sebagai petani, mayoritas petani kentang dan sayuran, tanpa ada yang bekerja di sektor formal.

Sueny, anggota keluarga lainnya, menjelaskan bahwa mereka sengaja tidak saling memberi tahu saat mendaftar haji karena takut dianggap sombong atau riya.

>>> Jadwal Program Televisi Jumat, 19 Juni 2026 di ANTV, GTV, Indosiar, MDTV, Metro TV, MNCTV, RCTI, SCTV, Trans 7, Trans TV dan TVONE ada Film Bioskop Speed Racer dan Unsane serta Link Nonton

"Kami takut dikira sombong atau riya, jadi tidak ada yang tahu kalau daftar haji," kata Sueny.

Keluarga baru menyadari keberangkatan bersama setelah Kementerian Agama merilis daftar nama jemaah yang berhak berangkat.

Adaptasi Cuaca Ekstrem

Para jemaah harus beradaptasi dari suhu dingin Dieng yang mencapai minus 2 derajat Celsius ke suhu panas Makkah antara 40 hingga 47 derajat Celsius.

Mereka mengandalkan tabungan hasil panen kentang yang disisihkan sedikit demi sedikit untuk biaya haji.

Subianto mengatakan tidak ada jemaah yang mengalami gangguan berarti akibat cuaca. Mereka menjaga kesehatan, menggunakan payung, dan memakai sunblock saat beraktivitas di luar.

>>> Narwal Luncurkan S20, S20 Pro, dan S30 di India, Vacuum Cleaner Basah dan Kering

Kekuatan fisik khas petani membantu mereka tetap bugar saat berjalan kaki menuju Masjidil Haram di bawah terik matahari.