Proses penilaian kualitas dan aksesibilitas pasar modal Indonesia oleh MSCI berpotensi memberikan dampak positif bagi sejumlah saham berkapitalisasi besar di Bursa Efek Indonesia.

Sektor perbankan diproyeksikan menjadi pemenang utama dari sentimen ini, khususnya saham-saham likuiditas tinggi dengan bobot besar seperti Bank Central Asia (BBCA), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Mandiri (BMRI), dan Bank Negara Indonesia (BBNI).

>>> Grup Kpop LNGSHOT Tampil di Singapura, Sapa Penggemar Basket Muda

Selain perbankan, perbaikan sentimen investor global juga berpeluang menguntungkan saham blue chip lain seperti Telkom Indonesia (TLKM), Astra International (ASII), serta emiten komoditas berskala besar.

Dampak Positif bagi Saham Likuid

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, mengatakan jika hasil review lebih baik dari ekspektasi pasar, penerima manfaat utama kemungkinan adalah saham berkapitalisasi besar yang menjadi tujuan utama dana asing.

Aliran dana investor internasional pada tahap awal umumnya akan menyasar saham paling likuid dan mudah diakumulasi, sebelum kemudian bergerak ke sektor industri lainnya.

>>> Pemda DIY Ajak Masyarakat Bergerak Nyata Hadapi Perubahan Iklim

Namun, Liza menambahkan bahwa hasil review MSCI maupun FTSE tidak otomatis membalikkan arus dana asing.

Penilaian positif dari lembaga indeks global diperkirakan akan memperbaiki persepsi risiko investasi di Indonesia dan mengubah pandangan pelaku pasar dari prospek negatif menjadi stabil.

"Jika faktor-faktor tersebut membaik, Indonesia sebenarnya memiliki valuasi yang sudah cukup menarik untuk kembali dilirik investor global," pungkas Liza.

>>> Real Madrid Dikabarkan Capai Kesepakatan dengan Enzo Fernandez

Keberlanjutan arus masuk modal asing dalam jangka panjang tetap bergantung pada stabilitas nilai tukar rupiah, disiplin fiskal pemerintah, arah kebijakan ekonomi, serta kepastian regulasi.