Boom Investasi AI Berpotensi Paksa Kenaikan Harga iPhone
Boom investasi kecerdasan buatan (AI) mulai menjadi masalah serius bagi Apple.
Selain tertinggal dalam perlombaan AI generatif, perusahaan juga menghadapi lonjakan biaya produksi yang berpotensi menaikkan harga iPhone untuk pertama kalinya.
>>> Triasmitra Targetkan Pendapatan Rp1,01 Triliun pada 2026 Usai Proyek SKKL Rampung
AI memukul Apple dari dua sisi. Di satu sisi, Apple masih berupaya mengejar Google, OpenAI, dan Anthropic dalam fitur AI.
Di sisi lain, pembangunan pusat data AI besar-besaran menciptakan krisis pasokan memori yang meningkatkan biaya produksi perangkat keras Apple.
Masalah terbesar berasal dari komponen DRAM dan NAND flash, dua jenis memori penting untuk iPhone, iPad, dan Mac.
Raksasa teknologi seperti Amazon, Microsoft, Alphabet, dan Meta menggelontorkan ratusan miliar dolar AS untuk infrastruktur AI, sehingga pasokan global memori semakin ketat dan harga melonjak.
CEO Apple Tim Cook mengakui situasi ini tidak bisa dihindari.
Dalam wawancara dengan The Wall Street Journal, ia mengatakan perusahaan selama ini berusaha menyerap kenaikan biaya, tetapi strategi itu kini sulit dipertahankan.
Cook menyebut kenaikan harga sebagai sesuatu yang "tidak dapat dihindari" akibat lonjakan biaya memori.
>>> BPOM Terbitkan Aturan Baru Sertifikasi Kosmetik untuk Permudah Izin
Tekanan biaya semakin besar karena Apple justru membutuhkan lebih banyak memori untuk mendukung fitur AI di perangkat.
Peningkatan pada Apple Intelligence dan Siri generasi baru memerlukan RAM lebih besar. Laporan industri menyebut iPhone 18 berpotensi mendapatkan RAM hingga 12 GB untuk pemrosesan AI lokal.
Kenaikan kapasitas memori terjadi saat harga komponen sedang melonjak. Data TechInsights menunjukkan biaya DRAM dan NAND pada iPhone 18 Pro bisa meningkat berkali-kali lipat.
Akibatnya, biaya produksi satu unit iPhone 18 Pro diperkirakan naik sekitar 25% dibanding iPhone 17 Pro.
Sejumlah analis memperkirakan Apple akan meneruskan sebagian beban biaya kepada konsumen. Harga iPhone 18 Pro disebut berpotensi naik dari US$1.099 menjadi sekitar US$1.299.
Model dengan spesifikasi lebih tinggi bahkan dapat menembus US$1.399 jika ditambah komponen kamera baru dan peningkatan lainnya.
>>> BI Turunkan Batas Pembelian Dolar AS Jadi US$ 10.000 per Bulan
Ironisnya, tekanan ini muncul ketika Apple masih berusaha membuktikan kemampuan AI-nya. Pada WWDC 2026, perusahaan memperkenalkan berbagai pembaruan Apple Intelligence dan Siri untuk mengejar ketertinggalan dari kompetitor.
Update Terbaru
Cara Cek PIP 2026 Lewat HP untuk Pastikan Pencairan Dana
Kamis / 18-06-2026, 20:21 WIB
Wärtsilä Uji Coba Mesin Hidrogen Murni 100 Persen di Spanyol
Kamis / 18-06-2026, 20:21 WIB
Serangan DDoS ke Organisasi di Indonesia Melonjak 62 Persen pada Kuartal I-2026
Kamis / 18-06-2026, 20:20 WIB
Aplikasi Game MAGER Hadirkan Bonus Harian Lewat Misi dan Event
Kamis / 18-06-2026, 20:20 WIB
Meta Resmi Luncurkan WhatsApp Plus Berbayar di Indonesia, Ini Fiturnya
Kamis / 18-06-2026, 20:20 WIB
Unhas dan MPR RI Jalin Kerja Sama Perkuat Nilai Kebangsaan
Kamis / 18-06-2026, 20:20 WIB
Perluasan Lahan Tebu Situbondo Tembus 598 Hektare, Lampaui Target
Kamis / 18-06-2026, 20:20 WIB
KSP Tinjau Program Cek Kesehatan Gratis Pelajar di Penjaringan Jakarta Utara
Kamis / 18-06-2026, 20:20 WIB
Mentan Amran Pastikan Stok Beras Nasional Aman hingga 2027
Kamis / 18-06-2026, 20:16 WIB
BGN Kaji Klasterisasi Insentif Dapur Makan Bergizi Gratis
Kamis / 18-06-2026, 20:15 WIB
Rektor UP: Nilai Pancasila Bukan Hafalan, Tapi Implementasi
Kamis / 18-06-2026, 20:15 WIB
Bulog Percepat Penyaluran Bantuan Pangan di Gorontalo
Kamis / 18-06-2026, 20:15 WIB
Perpusnas Usul Tambahan Anggaran Rp357,77 Miliar untuk Literasi
Kamis / 18-06-2026, 20:15 WIB
Hubungan Suami Istri dalam Islam Bernilai Pahala Sedekah Besar
Kamis / 18-06-2026, 20:15 WIB






