PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (SDRA) atau Bank Woori Saudara (BWS) dinilai memiliki pondasi fundamental yang kokoh dalam menghadapi era suku bunga tinggi.

Kekuatan ini didukung oleh kondisi permodalan, pencadangan, serta likuiditas yang berada dalam posisi aman.

>>> Polisi Periksa Pengemudi Bus Sekolah Terkait Kematian Siswi SMAN 6

Per Maret 2026, perseroan membukukan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 33,4%, jauh di atas batas minimal regulasi.

Selain itu, rasio Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) mencapai 2,08% dari aset produktif, sementara Liquidity Coverage Ratio (LCR) berada di level 205,35%.

Modal Kuat Jadi Bantalan Risiko

Equity Analyst Panin Sekuritas Sarkia Adelia menjelaskan bahwa kepemilikan modal yang kuat berfungsi sebagai bantalan krusial.

Fasilitas ini melindungi bank dari ketidakpastian situasi ekonomi global serta risiko kenaikan kredit macet.

"Dalam lingkungan suku bunga yang lebih tinggi, bank dengan permodalan yang kuat dan likuiditas yang memadai umumnya memiliki kemampuan yang lebih baik untuk menjaga kualitas aset dan stabilitas kinerja," jelasnya.

Sarkia berpendapat bahwa rasio likuiditas dan permodalan BWS berada di posisi yang cukup tangguh.

>>> Bank Woori Saudara Dinilai Miliki Fundamental Kuat Hadapi Suku Bunga Tinggi

Langkah mitigasi terus diperkuat melalui peningkatan pencadangan risiko guna mengantisipasi potensi penurunan kualitas aset.

Faktor kecukupan cadangan rugi menjadi salah satu parameter krusial bagi para pemodal, terutama saat siklus suku bunga memasuki fase lebih tinggi.

"Dengan pencadangan yang memadai, bank memiliki kapasitas yang lebih baik untuk mengantisipasi potensi penurunan kualitas kredit tanpa mengganggu stabilitas keuangan perusahaan," kata Sarkia.

Raihan LCR sebesar 205,35% menjadi bukti kesiapan BWS dalam memenuhi kewajiban jangka pendek dan menjaga operasional harian.

Pelaku pasar modal kini semakin selektif dalam menyaring saham perbankan, dengan permodalan, pencadangan, dan likuiditas sebagai tiga indikator utama.

>>> Pelaku Pasar Antisipasi Hasil Review Aksesibilitas Bursa Efek Indonesia

"Kombinasi permodalan yang kuat, pencadangan yang prudent, dan likuiditas yang memadai menjadi pondasi penting bagi BWS untuk menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di tengah periode suku bunga yang masih tinggi," pungkasnya.