Kesibukan modern kerap memicu kelelahan mental. Al-Qur'an melalui Surah Al-Insyirah ayat 7-8 memberikan formula menjaga keseimbangan hidup.

Allah berfirman: "Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain), dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap."

>>> Kemendagri Dorong Ekonomi Daerah Lewat Edaran Nobar Piala Dunia

(QS. Al-Insyirah: 7–8).

Ayat ini merupakan satu kesatuan yang mengatur tindakan fisik dan mental seorang Muslim.

Dua Pilar Utama dalam Kehidupan Sehari-hari

Bagian pertama, Faidza Faraghta Fanshab, memerintahkan kontinuitas dalam beramal. Ulama tafsir seperti Ibnu Katsir menjelaskan bahwa jika selesai urusan dunia, hendaknya bersungguh-sungguh dalam ibadah.

Bagian kedua, Wa Ila Rabbika Farghab, menjadi jangkar agar kerja keras tidak berujung stres. Ayat ini memerintahkan mengikhlaskan niat dan berharap hanya kepada Allah.

>>> Prajogo Pangestu Borong 6,8 Juta Saham BREN Saat Harga Melemah

Da'i Lajnah Dakwah PC Al Irsyad Al Islamiyyah Banyuwangi menekankan pentingnya menyelaraskan kedua ayat ini. "Ayat ini mengajarkan dua pilar: kerja keras konsisten dan keikhlasan murni.

Gantungkan harapan hanya kepada-Nya agar tidak mudah lelah psikologis," ujarnya.

Menurut Tafsir Al-Muyassar, esensi utama ayat ini adalah mengikhlaskan niat beramal karena Allah dan memohon hanya kepada-Nya.

>>> ASDP Bangun Dermaga Baru di Tanjung Uban untuk Perkuat Konektivitas Kepri

Perpaduan kerja keras dan kepasrahan total akan menghasilkan produktivitas berkah serta ketenangan batin.