Keikhlasan dalam beramal menjadi tema sentral dalam ibadah, termasuk dalam materi khutbah Jumat yang disusun berdasarkan naskah dari KH Arif Hidayat, Ketua I MUI Kota Tangerang.

Secara bahasa, kata ikhlas dalam Al-Qur'an berasal dari akar kata kho-la-sha yang muncul sebanyak 30 kali di 17 surat berbeda.

>>> Perjuangan Tio Pakusadewo Melawan Komplikasi Penyakit di Ruang Rawat

Salah satu ayat yang menjelaskan tentang amal yang selamat dari godaan setan terdapat dalam Surat Al-Hijr ayat 39-40.

Dalam ayat tersebut, Iblis berkata akan menjadikan kejahatan terasa indah bagi manusia dan menyesatkan mereka, kecuali hamba-hamba Allah yang terpilih karena keikhlasannya.

Ayat ini menunjukkan upaya maksimal setan dalam memanipulasi amal manusia agar dosa terlihat sebagai kebaikan.

Namun, tipu daya itu tidak akan mempan terhadap orang yang diberi anugerah keikhlasan ketika beramal.

Orang-orang ikhlas dikaruniai pandangan jujur oleh Allah SWT sehingga mampu melihat kejahatan tetap sebagai kejahatan.

Perumpamaan Kemurnian Amal

Kata ikhlas atau kho-li-shan juga digunakan dalam Al-Qur'an untuk menggambarkan air susu yang murni.

Dalam Surat An-Nahl ayat 66, Allah menjelaskan bahwa dari dalam perut hewan ternak yang berisi darah dan kotoran keluar susu murni yang tidak tercampur keduanya.

Para ahli hikmah menekankan pentingnya menjaga keikhlasan dalam ilmu dan amal nyata.

Sebuah nasihat menyebutkan bahwa semua manusia akan binasa kecuali orang berilmu, orang berilmu akan binasa kecuali yang mengamalkan ilmunya, dan orang yang mengamalkan ilmunya akan binasa kecuali yang ikhlas.

>>> Aturan Pakaian dan Materi Ujian UM-PTKIN 2026, Peserta Wajib Tahu

Mereka yang ikhlas pun masih dalam kekhawatiran yang besar.

Niat dan Tingkatan Orang Beramal