Umat Islam kembali memperingati tahun baru Hijriyah dengan melaksanakan ibadah, termasuk shalat Jumat berjamaah.

Momentum ini menjadi kesempatan untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan kewajiban dan menjauhi larangan-Nya.

in1

>>> Pemerintah Targetkan Terbitan Panda Bonds Setara 1 Miliar Dolar AS pada Juni 2026

Hari Asyura yang jatuh pada 10 Muharram menyimpan banyak peristiwa penting dan bersejarah.

Peristiwa masa lalu tersebut menjadi pelajaran berharga bagi kehidupan masa kini dan masa depan untuk meningkatkan keimanan.

Kisah Nabi Nuh dan Nabi Musa di Hari Asyura

Imam Ahmad meriwayatkan dalam Musnad-nya dari sahabat Abu Hurairah ra bahwa Nabi Muhammad SAW melewati sekelompok orang Yahudi yang berpuasa pada hari Asyura.

Nabi bertanya tentang puasa tersebut, dan mereka menjawab bahwa hari itu adalah hari ketika Allah menyelamatkan Musa dan Bani Israil dari tenggelam, serta Firaun tenggelam.

Mereka juga menyebut bahwa perahu Nabi Nuh berlabuh di Bukit Judiy pada hari itu.

Nabi Nuh dan Musa berpuasa sebagai bentuk syukur kepada Allah.

Mendengar hal itu, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Aku lebih berhak terhadap Musa dan lebih berhak untuk berpuasa hari ini.”

Kemudian beliau memerintahkan para sahabatnya untuk berpuasa (HR Imam Ahmad).

Hadits tersebut menunjukkan dua peristiwa besar: berlabuhnya perahu Nabi Nuh AS di Bukit Judiy dan selamatnya Nabi Musa AS dari kejaran Firaun.

Kedua peristiwa ini menjadi bukti pertolongan Allah kepada hamba-Nya yang istiqomah.

>>> Didit Prabowo Temui Jokowi di Solo Usai Hadiri Acara Suro

Pelajaran dari Kesabaran Nabi Nuh dan Nabi Musa

Nabi Nuh AS merupakan rasul pertama yang diutus kepada kaum kafir. Beliau berdakwah selama 950 tahun dengan penuh kesabaran meskipun mendapat penolakan dan siksaan fisik dari kaumnya.