Karena sebagian besar kaumnya tetap ingkar, Nabi Nuh AS berdoa agar orang-orang kafir dimusnahkan.

Allah SWT kemudian mendatangkan banjir besar yang memusnahkan kaum kafir, serta menyelamatkan Nabi Nuh AS dan pengikutnya yang berada di dalam perahu hingga berlabuh di Bukit Judiy.

in1

Sementara itu, Nabi Musa AS menghadapi Firaun yang zalim dan mengaku sebagai tuhan.

Meskipun Nabi Musa AS telah menunjukkan berbagai mukjizat, Firaun tetap bersikap congkak dan menindas Bani Israil.

Nabi Musa AS bersama 600 ribu pengikutnya melarikan diri dari Mesir, sementara Firaun mengejar mereka dengan membawa 1.600.000 pasukan.

Allah SWT kemudian memberikan pertolongan melalui mukjizat terbelahnya lautan.

Laut terbelah menjadi 12 bagian yang menciptakan jalan kering bagi rombongan Nabi Musa AS. Firaun dan seluruh pasukannya tewas tenggelam saat mencoba mengejar mereka melintasi lautan tersebut.

Hari Asyura menjadi bukti nyata pertolongan Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya yang istiqomah membela agama.

>>> Menteri Rini Bahas Transformasi Digital dan Pelayanan Publik dengan Gubernur Australia Selatan

Kisah puasa Nabi Nuh AS dan Nabi Musa AS juga mengajarkan pentingnya wujud syukur atas keselamatan dan kemenangan yang diberikan.