Pada zaman berkembangnya media sosial virtual yang menuntut pembaruan status demi citra, penderitaan terbesar manusia sering kali bukan berasal dari masalah finansial atau kesehatan.

Menurut riset psikolog Profesor Rory O'Connor, faktor psikologi internal seperti kebiasaan memusingkan omongan orang lain dan tuntutan kesempurnaan sosial menjadi sumber utama.

>>> Presiden Bolivia Peringatkan Negara di Titik Kritis Akibat Demonstrasi

Terlalu sibuk memikirkan apa yang orang lain pikirkan tentang dirinya dapat berujung pada depresi berat hingga bunuh diri.

Dalam bahasa Abraham Maslow, hal itu berkaitan dengan kebutuhan akan penghargaan atau pengakuan sosial.

Idul Adha dan Keikhlasan

Idul Adha dan ibadah haji mengajarkan tauhid maqshudiyyah, yaitu menjadikan Allah sebagai sumber motivasi dan tujuan, bukan pamrih kepada selain-Nya.

Sikap ikhlas berarti tidak memikirkan apa yang orang lain pikirkan, tidak menjadikan pengakuan sosial sebagai motif.

Ikhlas adalah menjaga kebeningan hati karena ingin mendapatkan kerelaan Allah semata.

Dalam Idul Adha, seorang yang ikhlas tidak mempermasalahkan tiadanya pengakuan manusia, karena yang penting adalah pengakuan Allah.

Al-Qur'an menyebutkan bahwa yang sampai kepada Allah hanyalah ketakwaan pelaku kurban, bukan dagingnya (QS 22:37).

>>> Jean-Philippe Mateta Bawa Crystal Palace Juara Liga Konferensi 2026

Keikhlasan juga ditekankan dalam ibadah haji, yang dimulai dengan kata "Walillaahi" (dan karena Allah-lah) dalam QS 3:97.

Bahaya Riya' dan Pengakuan Sosial

Motif pengakuan sosial dalam agama disebut riya', yang merupakan kebalikan dari ikhlas.

Riya' membuat amal tidak memperoleh pahala di akhirat, karena pelakunya sudah mendapat pahala di dunia berupa pujian.

Riya' juga menimbulkan sifat buruk lain seperti munafik, ujub, sum'ah, dan takabur.

Orang yang riya' akan mengalami kelelahan jiwa dan tidak bahagia, karena mengharapkan pengakuan dari manusia yang tidak bisa diandalkan.

Mereka juga tidak bisa bekerja dengan idealis, hanya bekerja sekadarnya demi materi.

>>> Crystal Palace Juarai Liga Konferensi Eropa Usai Kalahkan Rayo Vallecano

Terakhir, orang yang riya' mudah digoda Iblis, sebagaimana disebutkan dalam QS al-Hijr/15:39-40.