Siapa Anak dan Istri Andie Peci? Pentolan Bonek dan Pejuang Buruh KASBI yang Meninggal Dunia, Bukan Orang Sembarangan?

Awan duka menyelimuti Kota Pahlawan dan dunia persepakbolaan nasional. Salah satu putra terbaik yang telah mengabdikan seluruh hidupnya untuk dua garis perjuangan yang berbeda—stadion dan jalanan—telah berpulang. Andi Kristiantono, atau yang lebih akrab disapa Andie Peci, tokoh sentral Bonek dan Sekretaris Jenderal Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), meninggal dunia pada Jumat (10/7/2026).

Kabar kepergian sosok yang dikenal dengan idealisme membara ini meninggalkan lubang menganga di hati ribuan suporter Persebaya Surabaya dan ribuan buruh di Jawa Timur maupun seluruh Indonesia. Bagi mereka, Andie Peci bukan sekadar nama; ia adalah simbol perlawanan, solidaritas, dan cinta tanpa syarat.

Embusan Napas Terakhir di Kota Pahlawan
Andie Peci mengembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 11.25 WIB di RSUD dr Mohamad Soewandhie, Surabaya. Kepergiannya dikonfirmasi langsung oleh salah satu koordinator senior Bonek, Husein Ghozali, atau yang kerap disapa Cak Conk.

"Benar, Cak Andie Peci meninggal dunia pada pukul 11.25 WIB hari ini," ungkap Cak Conk dengan nada suara yang masih menyisakan rasa tak percaya dan duka yang mendalam, Jumat (10/7/2026).

Sebelum menghembuskan napas terakhirnya, pria kelahiran Madiun, Jawa Timur ini diketahui telah menjalani perjuangan panjang melawan sakit yang dideritanya. Cak Conk menyebutkan bahwa almarhum telah beberapa bulan terakhir keluar masuk rumah sakit. "Sudah beberapa bulan terakhir beliau keluar masuk rumah sakit, meski saya tidak mengetahui secara pasti penyakit apa yang beliau idap. Yang jelas, beliau berjuang sekuat tenaga," tambahnya.

Pengawal Jiwa Persebaya di Masa-Masa Paling Kelam
Bagi warga Surabaya dan pecinta sepak bola Indonesia, nama Andie Peci akan selamanya terukir dalam tinta emas sejarah Persebaya Surabaya. Ia adalah nahkoda yang menjaga agar bahtera Bajol Ijo tidak karam saat badai dualisme menghantam klub kebanggaan Kota Pahlawan.