Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari menilai penurunan harga minyak dunia memberikan ruang fiskal yang lebih baik bagi Indonesia.

Hal ini seiring meredanya ketegangan di Timur Tengah.

>>> Kunjungan Universiti Malaysia Terengganu di Unej Perkuat Jejaring Internasional

"Kami melihat bahwa ruang fiskal Indonesia akan lebih ringan terutama dengan penurunan harga minyak dunia," ujar Qodari di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan perkembangan terbaru terkait meredanya konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel membuka harapan baru bagi stabilitas ekonomi global.

Namun, situasi masih perlu disikapi dengan hati-hati karena bersifat dinamis.

Menurut dia, penurunan harga minyak dunia menjadi kabar baik bagi Indonesia.

Harga minyak yang sebelumnya di kisaran 93 dolar AS per barel kini telah turun hingga di bawah 80 dolar AS per barel.

Dengan kebutuhan impor minyak Indonesia yang cukup besar, penurunan harga tersebut dapat mengurangi beban pengeluaran pemerintah. Hal ini berpotensi memperbaiki ruang fiskal nasional.

"Jadi dengan kebutuhan impor Indonesia yang sekitar 1,6 juta barel per hari, maka kemudian tentunya bisa dikalikan untuk penghematan yang bisa dilakukan oleh pemerintah Indonesia.

>>> Komisi XIII Setujui Pagu Anggaran Kemenimipas 2027 Sebesar Rp25,3 Triliun

Jadi ini kabar baik yang kita sambut dengan penuh harapan dan akan memberikan ruang fiskal yang juga lebih bagus," ujar Qodari.

Selain itu, dalam beberapa hari terakhir sejumlah indikator ekonomi menunjukkan perbaikan.

Indeks saham tercatat kembali di atas level 6.000, sementara nilai tukar rupiah berada di bawah Rp18.000 per dolar AS.

Ia juga menilai fundamental ekonomi Indonesia tetap dalam kondisi baik. "Kita punya cadangan devisa yang masih di atas lima bulan.

Kemudian juga inflasi kita yang masih terjaga, kemudian juga utang luar negeri kita yang di bawah rata-rata negara lain," kata Qodari.

Menurut dia, kondisi fundamental ekonomi yang baik tersebut berpotensi menjadi semakin kuat apabila perdamaian di Timur Tengah dapat tercapai.

>>> Pertamax Berpotensi Turun Jika Harga Minyak Dunia Melemah

"Jadi fundamental ekonomi Indonesia sangat baik dan tentu yang baik ini akan menjadi lebih baik lagi dengan perdamaian yang bisa dicapai di Timur Tengah," katanya.