Harga Bitcoin mengalami penurunan sebesar 2,02 persen dalam 24 jam terakhir pada Kamis, 17 Juni 2026 pukul 06.31 WIB.

Aset kripto utama ini kini bergerak di bawah level 64.500 dollar AS.

>>> Bursa Saham AS Terkoreksi Imbas Sinyal Hawkish Federal Reserve

Berdasarkan data coinmarketcap. com, Bitcoin sempat menguat 0,35 persen dalam satu jam terakhir.

Namun, dalam sepekan terakhir, performanya masih mencatat kenaikan 5,12 persen.

Nilai Bitcoin saat ini berada di angka 64.389,73 dollar AS atau sekitar Rp 1,152 miliar dengan kurs Rp 17.762.

Kapitalisasi pasar tercatat sebesar 1,31 triliun dollar AS atau setara Rp 21.666 triliun.

Secara rata-rata per 24 jam, mata uang kripto ini mengalami depresiasi sebesar 1,84 persen. Kondisi pasar saat ini lebih lemah dibandingkan hari sebelumnya.

Pada Rabu, 17 Juni 2026 pukul 13.20 WIB, nilai Bitcoin masih di level 65.598,59 dollar AS atau setara Rp 1,174 miliar.

Namun, dalam waktu satu hari, harganya merosot tajam.

>>> Indomaret Tebar Diskon Belanja hingga 50 Persen Selama Juni 2026

Aksi penarikan dana oleh investor dipicu oleh penetapan suku bunga acuan Federal Reserve yang masih bertahan di level tinggi.

Bitcoin turun 2,23 persen ke 64.224,77 dollar AS dalam periode 24 jam.

Penurunan ini lebih buruk dibandingkan pasar secara luas yang hanya melemah tipis. Situasi ini didorong oleh pergeseran kebijakan moneter yang lebih ketat dari bank sentral Amerika Serikat.

Korelasi Kuat dengan S&P 500 dan Emas

Faktor makroekonomi memegang peranan penting terhadap pergerakan Bitcoin.

Aset kripto ini menunjukkan korelasi kuat sebesar 62 persen dengan indeks saham S&P 500 dan 64 persen dengan emas.

Langkah Federal Reserve yang tidak memotong suku bunga acuan membuat posisinya bertahan di angka 3,50-3,75 persen.

>>> Dunia Sepak Bola Berduka: Pelatih Brest Eric Roy Meninggal Dunia

Pertemuan Federal Open Market Committee juga mengindikasikan rencana kenaikan suku bunga AS pada akhir tahun.