Amerika Serikat dan Iran resmi menandatangani Nota Kesepahaman Islamabad secara elektronik pada Kamis, 18 Juni 2026.

Kesepakatan bilateral ini dimediasi oleh Pakistan dan bertujuan menyelesaikan konflik antara kedua negara.

>>> Saham SpaceX Turun 5% Setelah Reli Pasca-IPO, Kapitalisasi Kembali di Bawah Amazon

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan penandatanganan tersebut melalui media sosial X. Ia menyebut nota kesepahaman telah ditandatangani oleh para presiden kedua negara dan dirinya selaku mediator.

Sebagai langkah awal, Iran akan segera mengoperasikan kembali Selat Hormuz. Sementara itu, Amerika Serikat akan menghentikan blokade laut yang selama ini diberlakukan.

>>> Diet Karnivora Klaim Turunkan Berat Badan dan Atasi Pradiabetes

Prosesi formal lanjutan dijadwalkan berlangsung di Swiss pada 19 Juni 2026. Acara tersebut akan diselenggarakan oleh Pakistan dengan dukungan Qatar selaku mediator pendamping.

Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi penandatanganan dokumen tersebut saat berada di Prancis. Ia mengatakan menandatangani dokumen di Istana Versailles.

>>> Saham GOTO Stagnan di Rp 50 Meski Rencana Buyback Rp 3,5 Triliun

Media resmi Iran, IRNA, juga merilis dokumentasi visual penandatanganan oleh Presiden Iran. Nota kesepahaman ini diharapkan menjadi fondasi stabilitas kawasan dan kemakmuran bersama.