Trump Teken Kesepakatan Damai Sementara dengan Iran, Picu Kritik Internal
Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi menandatangani kesepakatan damai sementara dengan Iran. Langkah ini bertujuan membuka kembali jalur logistik Selat Hormuz yang sempat diblokade.
Nota kesepahaman (MoU) tersebut ditandatangani secara elektronik oleh pejabat kedua negara pada Rabu (17/6) malam waktu setempat.
>>> Bank Sentral Global Alihkan Penyimpanan Emas dari Swiss
Trump membubuhkan tanda tangan di Istana Versailles, dekat Paris, Prancis, menjelang makan malam bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Poin utama kesepakatan adalah pembukaan kembali Selat Hormuz secara cepat. Blokade berbulan-bulan di kawasan itu sebelumnya memicu lonjakan harga energi global.
Draf kesepakatan juga mencantumkan penghapusan sanksi terhadap komoditas minyak Iran. Negosiasi lebih lanjut mengenai program nuklir dan keuntungan finansial bagi Iran akan dibahas pada tahap berikutnya.
Kritik dari Internal Partai Republik
Keputusan Trump langsung memicu kritik tajam dari internal Partai Republik.
Senator Ted Cruz dari Texas menyatakan, "Sejarah mengajarkan bahwa memberikan miliaran dolar kepada kaum fanatik teokratis yang ingin membunuh kita bukanlah ide yang baik."
Senator Lindsey Graham, sekutu dekat Trump, menyebut MoU tersebut hanya kerangka kerja awal, bukan kesepakatan final. Ia meragukan kemampuan presiden mencapai kesepakatan kuat terkait program nuklir Iran.
Mantan Wakil Presiden Mike Pence juga mengkritik tidak adanya penyebutan pembongkaran program senjata nuklir secara terverifikasi.
"Dokumen ini hanya mengulang janji Iran bahwa mereka tidak memiliki program senjata nuklir," ujarnya.
Senator Bill Cassidy dari Louisiana menulis di media sosial, "Sebelum perang, selat terbuka, Iran dihimpit sanksi, dan 13 anggota militer kita masih hidup.
Sekarang 13 warga Amerika tewas, keluarga membayar lebih mahal untuk bahan bakar, sanksi dicabut."
Update Terbaru
Republik Ceko vs Afrika Selatan: Perburuan Kemenangan Perdana di Grup A Piala Dunia 2026
Kamis / 18-06-2026, 08:40 WIB
Antara Beton dan Rasa Aman Warga: Surabaya Hentikan Proyek Box Culvert
Kamis / 18-06-2026, 08:40 WIB
Freeport Serahkan Draf Perjanjian Divestasi Saham 12 Persen ke Pemerintah
Kamis / 18-06-2026, 08:37 WIB
KPK Buka Peluang Periksa Lagi ASN Bea Cukai yang Viral Lari dari Jurnalis
Kamis / 18-06-2026, 08:36 WIB
Empat Platform Ini Mudahkan Penggemar Pantau Piala Dunia 2026
Kamis / 18-06-2026, 08:36 WIB
The Fed Pertahankan Suku Bunga Acuan AS di Kisaran 3,5 Persen
Kamis / 18-06-2026, 08:36 WIB
Perbedaan UV Filter dan SPF dalam Sunscreen yang Perlu Diketahui
Kamis / 18-06-2026, 08:36 WIB
Kementerian ESDM: Harga Pertamax Berpeluang Turun Jika Minyak Dunia Melemah
Kamis / 18-06-2026, 08:36 WIB
Polisi Kerahkan 3.161 Personel Amankan Eksekusi Hotel Sultan
Kamis / 18-06-2026, 08:35 WIB
The Fed Tahan Suku Bunga Acuan di Tengah Inflasi yang Masih Tinggi
Kamis / 18-06-2026, 08:35 WIB
Oriflame Indonesia Luncurkan Novage Proceuticals 10% Niacinamide Power Drops
Kamis / 18-06-2026, 08:35 WIB
Kawasaki Brusky 125 Siap Bersaing dengan Yamaha FreeGo 125 di Pasar Skutik
Kamis / 18-06-2026, 08:33 WIB
Kualitas Udara Jakarta Pagi Ini Masuk Kategori Tidak Sehat
Kamis / 18-06-2026, 08:33 WIB
Ekonom Prediksi BI Rate Tetap 5,50 Persen pada RDG Juni 2026
Kamis / 18-06-2026, 08:32 WIB






