Swiss mulai kehilangan statusnya sebagai tempat penyimpanan emas favorit investor.

Porsi cadangan emas yang disimpan di Bank Nasional Swiss merosot tajam menjadi hanya 6 persen pada 2026, turun dari 12 persen pada tahun sebelumnya.

>>> Gisella Anastasia Debut Pemeran Utama Sinetron Tobat Jatuh Cinta

Penurunan ini terjadi di tengah tren penguatan harga emas dunia yang mencapai US$ 4.300 per troy ounce.

Bank-bank sentral global justru mencatatkan pembelian bersih sebesar 17 ton emas pada April, setelah sempat menjadi penjual bersih pada Maret.

Langkah penambahan cadangan logam mulia ini dimotori oleh Polandia dan Tiongkok.

World Gold Council (WGC) dalam laporan tahunannya menyebutkan bahwa hampir 90 persen bank sentral memperkirakan cadangan emas akan meningkat dalam 12 bulan ke depan.

Secara akumulatif, bank sentral di berbagai negara telah mengumpulkan sekitar 1.000 ton emas dalam empat tahun terakhir.

>>> BGN Larang Pegawai Miliki Dapur Makan Bergizi Gratis

Angka ini melonjak signifikan dibandingkan rata-rata 500 ton per dekade sebelumnya.

Akselerasi kepemilikan emas dipicu oleh situasi geopolitik dan iklim ekonomi dunia yang tidak menentu. Hal ini mengaburkan proyeksi para pengelola cadangan dalam mengamankan aset mereka.

Proyeksi Harga Emas Terus Naik

Barclays memproyeksikan harga emas dunia akan terus merangkak naik hingga menembus US$ 4.800 per troy ounce pada 2026.

Bahkan, berpotensi mencapai level US$ 4.900 per troy ounce pada 2027.

>>> The Fed Pertahankan Suku Bunga Acuan di 3,5-3,75 Persen

Analis Barclays menilai lonjakan harga didorong oleh sentimen inflasi tinggi di Amerika Serikat, ketidakpastian kebijakan moneter, serta tingginya permintaan fisik dari bank sentral di seluruh dunia.