Prudential Syariah mengumumkan telah menyalurkan dana santunan sebesar Rp8,5 triliun kepada lebih dari 325 ribu peserta sejak menjadi entitas mandiri pada 2022 hingga 2025.

Pembayaran manfaat ini bertujuan melindungi kondisi finansial keluarga Indonesia dari ancaman lonjakan biaya kesehatan yang terus meningkat.

>>> Erling Haaland Akui Harry Kane dan Kylian Mbappe Lebih Tajam

Salah satu peserta, Joko Mulyono, seorang pekerja kantoran, merasakan langsung manfaat perlindungan tersebut. Seluruh biaya pengobatannya yang mencapai lebih dari Rp200 juta ditanggung penuh oleh Prudential Syariah.

Joko menjalani operasi punggung senilai Rp50 juta, kolonoskopi sebesar Rp78 juta, dan tindakan Endovenous Laser Ablation (EVLA) pembuluh darah berbiaya Rp102 juta.

"Saya betul-betul kaget.

Ternyata saya tidak perlu mengeluarkan biaya sepeser pun dari pemeriksaan, operasi, sampai rawat inap, semua ditanggung Prudential Syariah," ujar Joko.

>>> Komdigi Tindak 9.263 Pelanggaran HKI di Ruang Digital, Dominasi Situs Ilegal

Stabilitas ekonomi keluarga Joko tetap terjaga tanpa harus menguras tabungan masa depan berkat sistem gotong royong atau prinsip ta'awun antarpeserta asuransi syariah.

Komitmen Perkuat Proteksi Syariah

Chief Customer & Marketing Officer Prudential Syariah, Vivin Arbianti Gautama, mengatakan kisah nyata peserta seperti Joko memperkuat komitmen perusahaan sebagai "Satu yang Melindungi" untuk menghadirkan proteksi syariah yang lengkap dan hadir saat dibutuhkan.

Manajemen menegaskan perluasan akses perlindungan berbasis syariah terus berjalan dengan dukungan lebih dari 64 ribu tenaga pemasar di seluruh Indonesia.

>>> TRE-PR Batalkan Sanksi Gleisi Hoffmann soal Pernyataan Inelegibilitas Deltan Dallagnol

"Kami ingin memastikan setiap keluarga Indonesia memiliki akses terhadap perlindungan terbaik, mulai dari kesehatan, jiwa, hingga perencanaan masa depan sesuai dengan prinsip syariah," tambah Vivin.