Partai Populer (PP) menuntut Partai Pekerja Sosialis Spanyol (PSOE) untuk segera mencabut kartu keanggotaan mantan Perdana Menteri Jose Luis Rodriguez Zapatero.

Tuntutan ini muncul setelah Zapatero memberikan kesaksian di Mahkamah Nasional pada Rabu, 17 Juni 2026.

>>> Polri Kerahkan 3.161 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Hotel Sultan

Menurut markas besar PP di Genova, mantan presiden tersebut keluar dari pengadilan dengan status yang sama seperti saat masuk, yaitu masih terjerat tuduhan tujuh tindak pidana berat.

Pihak kepemimpinan nasional PP bergerak cepat untuk mengonter narasi dari lingkaran terdekat mantan pemimpin sosialis tersebut.

PP menegaskan bahwa status dakwaan terhadap Zapatero tetap utuh dan kehadirannya di hadapan Hakim Jose Luis Calama tidak menghapus kecurigaan yang ada.

"No ha logrado desvirtuar los indicios racionales de criminalidad expuestos en el auto de imputación y que derivan de diversas y distintas fuentes de prueba," kata perwakilan Partai Populer.

>>> Komdigi Perketat Pengawasan Hak Kekayaan Intelektual di Ruang Digital

Kubu konservatif juga menyoroti bahwa kesaksian Zapatero belum bisa menjelaskan asal-usul maupun penyelesaian kewajiban pajak dan bea cukai atas perhiasan senilai 1,3 juta euro yang ditemukan di kantornya.

PP mendesak agar tindakan disipliner segera dijatuhkan kepada tokoh moral sayap kiri tersebut.

"Ya está tardando el PSOE en retirarle el carné de militante y abrirle un expediente informativo al referente moral de la izquierda por los delitos muy graves por los que sigue imputado por la Justicia," tegas perwakilan Partai Populer.

Di sisi lain, Zapatero secara konsisten membantah terlibat dalam intervensi penyelamatan maskapai Plus Ultra.

>>> IHSG Diprediksi Melemah Tertekan Sentimen Global dan Regional

Mantan Perdana Menteri Spanyol tersebut menyatakan dirinya tidak bersalah atas seluruh tuduhan yang dialamatkan kepadanya. "No tengo nada fuera de España," ujarnya.