Hakim Mahkamah Nasional Spanyol, José Luis Calama, menetapkan mantan Perdana Menteri José Luis Rodríguez Zapatero sebagai tersangka pada Rabu, 17 Juni 2026.

Dakwaan tersebut terkait dugaan tindak pidana penyelundupan dan penipuan pajak setelah ditemukan perhiasan senilai 1,3 juta euro di dalam brankas kantornya yang tidak dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) pajak.

>>> Real Madrid Sepakat Lepas Dani Ceballos Gratis

Langkah hukum ini diambil karena Zapatero memilih bungkam mengenai asal-usul perhiasan selama proses interogasi.

Dalam dokumen putusan, Hakim Calama menegaskan bahwa status hukum Zapatero dipertahankan lantaran sang mantan perdana menteri belum memberikan penjelasan resmi di hadapan pengadilan.

Hadiah dari Raja Arab Saudi

Meskipun menolak menjawab pertanyaan jaksa saat persidangan, informasi dari lingkungan terdekat Zapatero mengungkapkan bahwa perhiasan tersebut merupakan hadiah dari mantan Raja Arab Saudi, Abdullah bin Abdulaziz, pada tahun 2007.

>>> Persebaya Surabaya Resmi Rekrut Ramadhan Sananta untuk Super League 2026/27

Perhiasan yang ditujukan untuk istri Zapatero, Sonsoles Espinosa, itu masuk melalui departemen protokol kepresidenan dan disimpan tanpa disadari nilai nominal aslinya oleh pasangan suami istri tersebut.

Pihak sekutu Zapatero melalui laporan TVE membela bahwa pada tahun 2007 belum ada regulasi hukum yang mewajibkan pejabat negara untuk menyerahkan hadiah otoritas kepada Warisan Nasional (Patrimonio Nacional).

>>> GEA Aesthetic Perkenalkan PolyPhil, Perawatan Kulit dengan DNA Ikan Trout

Kendati demikian, Zapatero telah menyampaikan kepada hakim bahwa tim hukumnya akan menyerahkan dokumen tertulis dalam beberapa hari ke depan untuk merinci asal-usul seluruh perhiasan tersebut guna mengajukan sidang lanjutan.