Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (18/6/2026) diperkirakan bergerak sideways dengan kecenderungan melemah.

Pelaku pasar bersikap hati-hati menanti sejumlah agenda penting, seperti hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) dan peninjauan aksesibilitas pasar oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).

>>> 16 Saham Cum Dividen 18 Juni 2026, Yield Tertinggi Capai 5%

Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak dalam rentang support 6.100 dan resistance 6.350.

Indikator teknikal menunjukkan ruang penguatan terbatas, dengan Stochastic RSI membentuk death cross di area overbought.

Konsensus pasar memperkirakan Bank Indonesia akan menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen.

Namun, proyeksi ekonom masih terbelah antara mempertahankan suku bunga atau menaikkan, dipengaruhi meredanya ketegangan geopolitik dan penurunan harga minyak.

Fokus utama BI saat ini adalah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, sehingga peluang kenaikan suku bunga masih terbuka.

Selain itu, MSCI Global Market Accessibility Review dijadwalkan pada Jumat (19/6/2026) dan MSCI Annual Market Classification Review pada 24 Juni 2026.

Terdapat tiga skenario terkait pengumuman MSCI. Pertama, netral cenderung positif jika status Indonesia di Emerging Market (EM) dipertahankan namun saham baru tetap dibekukan.

Kedua, negatif jika status diturunkan menjadi Frontier Market yang berpotensi memicu capital outflow. Ketiga, paling positif jika status EM dipertahankan dan bobot Indonesia dinaikkan.

Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), dan PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA).

>>> Enam Perusahaan Bidik Dana IPO Rp41 Triliun di Bursa Hong Kong