Sementara itu, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, memprediksi IHSG menguat terbatas dengan support 6.178-6.058 dan resistance 6.287-6.516.

Ia mencatat indikator Stochastics KD dan RSI masih positif, namun volume menurun.

Fokus investor global tertuju pada hasil pertemuan FOMC yang mempertahankan Fed Rate di 3,75 persen.

Namun, median proyeksi Fed Funds Rate untuk 2026 naik menjadi 3,8 persen, mengindikasikan arah kebijakan yang masih hawkish dengan potensi kenaikan 25 bps pada Desember 2026.

Dari dalam negeri, Nafan menilai risiko penurunan status pasar modal Indonesia oleh MSCI menjadi Frontier Market masih kecil.

Jika pembekuan indeks dicabut, bobot saham berkapitalisasi besar berpotensi naik dan memicu aliran dana asing masuk.

Nilai tukar rupiah melemah 0,21 persen ke Rp 17.762 per dolar AS.

Aksi jual bersih investor asing mencapai Rp 328,73 miliar pada Rabu (17/6/2026), dengan akumulasi tahun berjalan Rp 78,41 triliun.

IHSG secara year-to-date masih terkoreksi 28,06 persen.

>>> Muhammadiyah Dorong Pembenahan Menyeluruh Tata Kelola Program MBG

Nafan merekomendasikan saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE), dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) untuk dicermati investor ritel.