Ketua Umum Organisasi Pendidikan Guru Matematika Nusantara, Moch.

Fatkoer Rohman, menyatakan bahwa rendahnya nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA), khususnya matematika, menandakan perlunya pembenahan pembelajaran di sekolah.

>>> 4 Kebiasaan Buruk Sehari-hari yang Diam-diam Merusak Kesehatan Jantung

Menurut Fatkoer, pola pembelajaran saat ini belum menyentuh kemampuan berpikir siswa. Ia mencontohkan masih banyak pembelajaran yang hanya berisi rumus dan latihan soal berulang.

"Anak akhirnya terbiasa menghafal cara cepat, tetapi tidak benar-benar memahami konsep," kata Fatkoer dalam keterangan tertulis, Senin (18/5/2026).

Akibatnya, siswa kesulitan menghadapi soal yang membutuhkan logika, analisis, dan penalaran. Padahal, kemampuan itulah yang diukur dalam TKA.

Fatkoer mencontohkan masih ada siswa SMA yang mengandalkan hitungan jari untuk operasi dasar matematika.

Hal ini menunjukkan persoalan pemahaman konsep sudah terjadi sejak jenjang awal dan terbawa hingga tingkat menengah.

"Kalau fondasi numerasinya tidak kuat sejak SD, dampaknya akan terus terbawa. Di SMA akhirnya siswa kesulitan memahami materi yang lebih kompleks," ujarnya.

Oleh karena itu, Fatkoer menegaskan bahwa TKA tidak seharusnya direspons dengan memperbanyak metode drilling soal. Siswa harus diajak berpikir, berdiskusi, mencoba, dan menemukan konsep dalam pembelajaran.

>>> Roberto Martinez Bela Keputusan Pertahankan Cristiano Ronaldo di Piala Dunia

"TKA itu alat ukur, bukan tujuan akhir. Yang perlu dibenahi adalah proses pembelajarannya," pungkasnya.

Pengumuman Hasil TKA 2026

Pelaksanaan TKA jenjang SD dan SMP sederajat telah selesai digelar pada 30 April 2026.

Siswa SD kelas 6 dan SMP kelas 9 kini tinggal menunggu nilai yang akan diumumkan pada 26 Mei mendatang.

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen, Toni Toharudin, mengatakan hasil TKA belum bisa dipastikan secara utuh.

"Hasil TKA SMP setelah pengolahan hasil di 26 Mei pengumumannya nanti," kata Toni di Tangerang, Banten, Kamis (30/4/2026).

Toni membenarkan bahwa ia telah memperlihatkan sedikit hasil TKA jenjang SMP hari pertama dan kedua ke Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti.

>>> Harga Emas Antam 18 Juni 2026 Bertahan di Rp 2.733.000 Per Gram

Hasilnya tidak jauh dari nilai TKA SMA. "Untuk lebih jelasnya kami akan lakukan taklimat media," jelas dia.