Fadly Faisal menjadi sorotan di media sosial setelah mengunggah sejumlah foto dan video saat berada di London, Inggris. Dalam unggahan tersebut, aktor dan model itu berpose dengan latar Big Ben sambil mengenakan kaus hitam dari label fesyen JW Anderson.

Perhatian publik tertuju pada desain pakaian yang dikenakannya. Kaus tersebut menampilkan gambar bikini dengan teknik trompe-l'œil atau ilusi optik di bagian dada, sehingga memicu beragam reaksi dari pengguna media sosial.

Melalui unggahan yang telah mendapat lebih dari 117 ribu tanda suka, Fadly turut menyematkan keterangan singkat bertuliskan “rancak bana”, ungkapan dalam bahasa Minang yang berarti sangat cantik.

Tak lama setelah diunggah, kolom komentar dipenuhi kritik. Sejumlah warganet menilai pilihan busana tersebut kurang tepat untuk seorang figur publik yang memiliki banyak pengikut di media sosial.

Salah satu akun menyampaikan bahwa penggunaan pakaian dengan motif seperti itu dianggap dapat menimbulkan persepsi tertentu di tengah perdebatan mengenai isu LGBT di Indonesia. Akun tersebut juga mengingatkan Fadly agar lebih berhati-hati dalam membangun citra di ruang publik.

Komentar serupa bermunculan dari pengguna lain. Ada yang meminta unggahan tersebut dihapus, sementara sebagian lainnya menilai gaya berpakaian itu tidak pantas ditampilkan oleh tokoh publik.

>>> Wapres Gibran Tinjau MBG di Ende, Soroti Kondisi Kelas yang Gelap

Fadly Anggap Unggahannya Sekadar Hiburan

Di tengah derasnya kritik yang datang, Fadly Faisal tampaknya tidak terlalu mempersoalkan respons negatif tersebut. Melalui unggahan di Insta Story, kakak Fujianti Utami itu memberikan tanggapan singkat terkait kontroversi yang muncul.

"Ini hanya untuk seru-seruan doang," ujar Fadly.

Pernyataan itu menjadi respons pertamanya setelah unggahan foto di London tersebut memicu perdebatan dan berbagai penilaian dari warganet.