PSS Sleman tidak ingin sekadar menjadi peserta di Super League 2026/2027. Klub berstatus runner-up Pegadaian Championship 2025/2026 ini menyiapkan anggaran besar untuk membangun tim yang solid.

Manajemen PSS Sleman menyadari bahwa kompetisi kasta tertinggi membutuhkan perencanaan matang dan finansial kuat. Langkah ini diambil agar Super Elja mampu bersaing hingga akhir musim.

>>> BAIC Indonesia Beri Diskon Hingga Rp 50 Juta Sepanjang Juni 2026

Direktur PT Putra Sleman Sembada, Yoni Arseto, menegaskan bahwa anggaran belanja pemain akan disesuaikan dengan kebutuhan pelatih. "Pastinya kami tidak mau deg-degan lagi.

Anggaran belanja pemain sesuai kebutuhan pelatih. Kalau coach Pieter seperti apa, kami akan mengakomodasi," ujarnya.

Pieter Huistra memiliki kewenangan penuh menentukan komposisi pemain. Pelatih asal Belanda itu bebas memilih pemain yang akan dipertahankan maupun didatangkan.

>>> Fadly Faisal Buka Suara soal Tudingan Pro-LGBT Usai Kenakan Kaus Bermotif Bra

Menanti Hasil Evaluasi Tim

Manajemen PSS Sleman masih menunggu hasil evaluasi total dari Pieter Huistra. Proses penilaian pemain sepenuhnya diserahkan kepada tim scouting dan pelatih kepala.

Yoni Arseto menjelaskan bahwa Pieter Huistra sudah memiliki gambaran mengenai kebutuhan skuad terbaru. Namun, detail nama pemain belum bisa diungkap ke publik.

>>> Konsumsi Listrik Asia Tenggara Melonjak Akibat Penggunaan Pendingin Ruangan

Rencana perekrutan pemain anyar juga belum dirinci. Manajemen masih menunggu kepulangan Pieter Huistra yang saat ini berada di Belanda.