Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara bersama Badan Pengelola BUMN (BP BUMN) mempercepat aksi korporasi penggabungan perusahaan asuransi milik negara.

Konsolidasi ini dilakukan melalui Indonesia Financial Group (IFG).

>>> Harga Minyak Dunia Anjlok Imbas Kesepakatan Damai AS dan Iran

Langkah strategis ini bertujuan membentuk perusahaan asuransi BUMN yang lebih besar, sehat, dan kompetitif. Proses integrasi entitas asuransi di bawah IFG ditargetkan selesai sepenuhnya pada tahun 2026.

Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria mengadakan pertemuan dengan Direktur Utama IFG Hexana Tri Sasongko pada 17 Juni 2026.

Pertemuan itu membahas penguatan tata kelola, integrasi bisnis, optimalisasi permodalan, dan pengembangan sinergi antarentitas.

Kedua pihak merumuskan langkah strategis agar proses penggabungan berjalan efektif dan memberikan nilai tambah jangka panjang.

"Konsolidasi ini menjadi langkah penting untuk memperkuat industri asuransi BUMN agar lebih sehat, efisien, dan kompetitif," ujar Dony dalam keterangan tertulis, Kamis (18/6/2026).

>>> Cristiano Ronaldo Gagal Bersinar, Portugal Ditahan Imbang Kongo 1-1

Target dan Harapan Pemerintah

Pemerintah berharap penggabungan ini melahirkan entitas dengan skala usaha lebih besar untuk menghadapi persaingan industri.

Transformasi ini ditargetkan meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat kapasitas underwriting, memperbesar kemampuan investasi, dan memperluas jangkauan perlindungan masyarakat.

Langkah ini sejalan dengan kebijakan pemerintah memperkokoh industri jasa keuangan nasional.

Penguatan sektor asuransi diharapkan mendongkrak penetrasi asuransi di Indonesia yang masih relatif rendah dibandingkan negara lain di kawasan.

>>> Harga Emas Antam Turun Rp30 Ribu Per Gram pada 18 Juni 2026

Melalui pembentukan entitas besar dan terintegrasi, Danantara dan BP BUMN memproyeksikan sektor asuransi dapat menjadi pilar utama penopang pembiayaan pembangunan nasional.