Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan tajam pada perdagangan Kamis, 18 Juni 2026, menyusul kesepakatan sementara antara Amerika Serikat dan Iran.

Kesepakatan tersebut mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dan rencana pencabutan sanksi minyak terhadap Teheran, membalikkan tren kenaikan yang terjadi sebelumnya.

>>> Cristiano Ronaldo Gagal Bersinar, Portugal Ditahan Imbang Kongo 1-1

Minyak mentah berjangka Brent terkoreksi 89 sen atau 1,12 persen ke level 78,66 dolar AS per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) turun 98 sen atau 1,28 persen ke posisi 75,81 dolar AS per barel.

Isi Kesepakatan dan Dampak Pasokan

Nota kesepahaman yang memuat 14 poin mengatur masa negosiasi 60 hari ke depan, di mana Iran akan mengizinkan pelayaran bebas tarif di Selat Hormuz dengan target pemulihan kapasitas penuh arus logistik migas global dalam 30 hari.

Perjanjian awal ini belum membahas isu sensitif program nuklir Iran, namun mewajibkan AS dan sekutunya menyiapkan dana pemulihan ekonomi sebesar 300 miliar dolar AS bagi Iran.

>>> Harga Emas Antam Turun Rp30 Ribu Per Gram pada 18 Juni 2026

Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan risiko perubahan pasar dari krisis menjadi banjir pasokan pada 2027 jika Selat Hormuz beroperasi normal secara berkelanjutan.

IEA memproyeksikan surplus pasokan minyak dunia bisa mencapai 5,05 juta barel per hari pada tahun depan akibat kembalinya minyak mentah dari Timur Tengah.

>>> Marcus Rashford Rela Ubah Kontrak Demi Bertahan di Barcelona

Tekanan tambahan datang dari kebijakan moneter AS, di mana Federal Reserve sedang mengkaji opsi kenaikan suku bunga akhir tahun untuk meredam inflasi yang dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi global.