Pasar keuangan global dan bursa saham Asia bergerak bervariasi pada perdagangan Rabu (17/6).

Kondisi ini terjadi di tengah meredanya ketegangan geopolitik setelah Amerika Serikat dan Iran menandatangani memorandum kesepahaman untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari.

>>> Google Resmi Luncurkan Android 17 dengan Fitur Multitasking dan Keamanan Baru

Bursa saham Asia Pasifik di luar Jepang terpantau bergerak datar.

Sementara itu, indeks Nikkei 225 Jepang justru menembus rekor baru di level 71.000 untuk pertama kalinya, didorong oleh saham sektor kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor.

Bursa Korea Selatan juga mencatat penguatan sebesar 0,9 persen. Di sisi lain, aktivitas perdagangan komoditas menunjukkan penurunan harga minyak mentah.

Harga Minyak Dunia Turun

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 1,25 persen menjadi US$ 75,83 per barel.

Minyak Brent juga melemah 1,4 persen ke level US$ 78,41 per barel.

>>> Inggris Tekuk Kroasia 4-2 di Laga Perdana Piala Dunia 2026

Penurunan ini dipicu oleh meningkatnya peluang pembukaan kembali Selat Hormuz. Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh proyeksi kebijakan moneter Amerika Serikat.

Seluruh indeks utama Wall Street ditutup melemah di atas 1 persen akibat kekhawatiran investor terhadap potensi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve.

Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,98 persen ke level 51.492,55.

S&P 500 turun 1,21 persen ke 7.420,10, dan Nasdaq Composite terkoreksi 1,34 persen ke posisi 26.021,66.

Analis Senior Pasar Keuangan Capital.

>>> Pertamina Patra Niaga Naikkan Harga Pertamax Sesuai Mekanisme Pasar

com, Kyle Rodda, mengatakan risiko geopolitik utama masih tetap ada dan akan terus menjadi penggerak penting bagi pergerakan pasar.