Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Kamis (18/6/2026) dengan koreksi signifikan. Pergerakan ini berlawanan dengan mayoritas bursa Asia yang cenderung stabil hingga menguat.

Berdasarkan data RTI Business pada pukul 09.25 WIB, IHSG turun 1,34% atau 83,51 poin ke level 6.137,24.

>>> IHSG Melemah ke Level 6.161 pada Perdagangan 18 Juni 2026

Sebanyak 350 saham melemah, 201 saham menguat, dan 162 saham stagnan.

Volume perdagangan tercatat 4,6 miliar saham dengan total nilai transaksi Rp 2,4 triliun.

Sembilan Sektor Tertekan, Keuangan Paling Dalam

Pelemahan IHSG didorong oleh koreksi pada sembilan sektor. Sektor keuangan (IDX-Finance) menjadi yang terburuk dengan penurunan 1,73%.

Disusul sektor infrastruktur (IDX-Infra) yang melemah 1,51% dan sektor industri (IDX-Indust) yang terkoreksi 1,04%.

Di indeks LQ45, top losers adalah PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) turun 7,43% ke Rp 2.740, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) melemah 4,40% ke Rp 1.520, dan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) terkoreksi 3,11% ke Rp 2.180.

Sementara itu, top gainers LQ45 antara lain PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) naik 4,51% ke Rp 695, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menguat 0,60% ke Rp 169, dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) bertambah 0,56% ke Rp 360.

>>> Tom Holland Sebut Owen Cooper Berpotensi Jadi Spider-Man Berikutnya

Pengaruh Geopolitik Global

Pasar Asia secara umum bergerak stabil. Sentimen pelaku pasar dipengaruhi oleh perkembangan hubungan diplomatik AS dan Iran yang menandatangani kesepakatan damai sementara.

Kesepakatan itu memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari ke depan untuk merundingkan perjanjian damai jangka panjang.

Namun, Presiden AS Donald Trump memperingatkan kemungkinan tindakan militer jika Iran melanggar komitmen.

Analis senior Capital. com, Kyle Rodda, mengatakan risiko geopolitik utama masih ada dan akan terus menjadi penggerak penting pergerakan pasar.

Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang bergerak mendatar, sementara Nikkei 225 menembus rekor tertinggi di atas 71.000 berkat sektor AI dan semikonduktor.

Indeks Korea Selatan menguat sekitar 0,9%.

>>> Wamen Fauzan Dorong Kolaborasi Multipihak untuk Transformasi Pendidikan Tinggi

Harga minyak mentah dunia turun merespons kesepakatan damai AS-Iran, mengurangi kekhawatiran gangguan pasokan energi global. Investor tetap memantau realisasi kesepakatan dalam beberapa pekan mendatang.