Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak melemah pada perdagangan Kamis.

Pelemahan terjadi di tengah sikap wait and see pelaku pasar terhadap kebijakan suku bunga Bank Indonesia (BI) dan pengumuman penyedia indeks global MSCI.

>>> KPK Usut Pembelian Aset Tersangka Kasus Pemerasan K3 Kemenaker

IHSG dibuka melemah 28,85 poin atau 0,46 persen ke posisi 6.191,89.

Indeks LQ45 juga turun 5,28 poin atau 0,84 persen ke posisi 619,95.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim memperkirakan IHSG bergerak sideways cenderung melemah pada kisaran 6.100-6.350. Hal ini disampaikan dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.

Faktor Dalam Negeri dan Luar Negeri

Dari dalam negeri, investor cenderung berhati-hati menjelang sejumlah agenda penting. Mereka menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada Kamis (18/6) hari ini.

Selain itu, investor juga menantikan pengumuman MSCI Global Market Accessibility Review pada Jumat (19/6).

Rebalancing indeks FTSE juga dijadwalkan pada hari yang sama, serta MSCI Annual Market Classification Review pada Rabu (24/6) pekan depan.

Dari mancanegara, bank sentral AS (The Fed) mempertahankan suku bunga acuan di level 3,5-3,75 persen, sesuai ekspektasi pasar.

Namun, sejumlah pejabat The Fed memperkirakan suku bunga akan meningkat pada 2026.

Perkiraan median suku bunga saat ini berada di level 3,8 persen untuk akhir tahun, meningkat dari 3,4 persen pada proyeksi Maret 2026.

Hal ini menunjukkan komite tersebut melihat setidaknya satu kenaikan suku bunga diperlukan pada 2026.

>>> Wamendag RI dan Wakil PM Uzbekistan Jajaki Ekspor Produk UMKM Perempuan

Ketidakpastian meningkat setelah Chairman The Fed Kevin Warsh menyatakan abstain dari proyeksi tersebut. Komentarnya lebih cenderung mengedepankan kestabilan harga, mengindikasikan The Fed akan lebih hawkish.