Muhammadiyah mendorong pembenahan menyeluruh terhadap sistem pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tetap berjalan sesuai target strategis nasional.

Direktur Badan Pelayan dan Pemenuhan Gizi Muhammadiyah (BPPGM) M. Nurul Yamin menyatakan berbagai kritik yang muncul harus dijadikan momentum memperkuat sistem manajemen di lapangan.

>>> Produksi Smartphone Global Diprediksi Anjlok 16,2% akibat Lonjakan Harga Memori

"Program makan bergizi merupakan ikhtiar penting dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi.

Kritik harus dijadikan momentum berbenah," kata Nurul Yamin di Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan pemenuhan gizi bagi masyarakat prasejahtera bukan sekadar program penyediaan makanan instan, melainkan investasi jangka panjang untuk mewujudkan kualitas SDM Indonesia yang produktif.

Tiga Pilar Utama Pengelolaan MBG

Muhammadiyah menekankan tiga pilar utama yang wajib menjadi standar mutu dalam pengelolaan MBG.

>>> Garena Bagikan Diamond Free Fire Gratis Lewat Kolaborasi FF X Shopee

Pertama, keamanan pangan yang mencakup aspek halal, tayib, dan aman dikonsumsi. Kedua, tata kelola yang amanah dan profesional.

Ketiga, pengembangan ekosistem berkelanjutan.

Muhammadiyah berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dengan mengerahkan jaringan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bidang pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial.

Keterlibatan organisasi didasarkan pada penguatan ideologi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang menempatkan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian integral gerakan dakwah sosial.

>>> Uzbekistan vs Kolombia di Grup K Piala Dunia 2026: Jadwal dan Fakta

BPPGM mengingatkan keberhasilan MBG tidak hanya diukur dari kuantitas penerima manfaat, melainkan dari penguatan kapasitas pengelola, pengawasan berkala, dan transparansi anggaran.