Bursa Saham Asia Stabil Usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Pergerakan bursa saham Asia terpantau stabil pada perdagangan Kamis (18/6/2026) seiring meredanya ketegangan geopolitik setelah Amerika Serikat dan Iran menyepakati perjanjian damai sementara.
Kesepakatan tersebut berupa memorandum gencatan senjata selama 60 hari yang bertujuan meredakan konflik di Timur Tengah. Pelaku pasar kini terus memantau implementasi perjanjian itu.
>>> Pelaku Pasar Cermati Hasil Review Aksesibilitas Pasar MSCI
Meski ada optimisme, ketidakpastian geopolitik dinilai belum sepenuhnya hilang. Analis Senior Pasar Keuangan Capital.
com, Kyle Rodda, mengatakan risiko geopolitik utama masih tetap ada dan akan terus menjadi penggerak penting bagi pergerakan pasar.
Respons pasar terlihat variatif.
Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang bergerak mendatar, sementara Nikkei 225 Jepang mencetak rekor baru dengan menembus level 71.000 berkat dorongan saham semikonduktor dan kecerdasan buatan.
Pasar saham Korea Selatan menguat 0,9 persen, dan kontrak berjangka indeks S&P 500 naik 0,81 persen ke posisi 7.484,8.
Di pasar obligasi, imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun naik 2 basis poin menjadi 2,62 persen.
>>> Ekonom Proyeksi BI-Rate Tetap 5,5 Persen Setelah Pengetatan Agresif
Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) merosot 1,25 persen ke US$ 75,83 per barel, dan minyak Brent melemah 1,4 persen ke US$ 78,41 per barel.
Penurunan harga minyak dipicu ekspektasi terbukanya kembali Selat Hormuz setelah kesepakatan damai.
Badan Energi Internasional (IEA) pada Rabu (17/6) memproyeksikan pasar minyak global berpotensi surplus pasokan signifikan pada 2027.
Sentimen pasar juga dipengaruhi Wall Street yang melemah akibat ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve. Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh, menegaskan komitmen bank sentral mengendalikan inflasi.
Indeks Dow Jones turun 0,98 persen, S&P 500 susut 1,21 persen, dan Nasdaq terkoreksi 1,34 persen.
Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun naik ke 4,471 persen, sementara dolar AS bertahan di 160,65 yen.
>>> KPK: Pemanggilan Anggota BPK Bobby Rizaldi Tergantung Kebutuhan
Pelaku pasar kini menantikan hasil rapat kebijakan moneter Bank of England terkait suku bunga acuan dan prospek inflasi.
Update Terbaru
Memaksimalkan Ibadah Puasa Asyura di Bulan Muharram
Kamis / 18-06-2026, 10:21 WIB
iCAR Siapkan Dua SUV Listrik Baru untuk Indonesia Tahun Ini
Kamis / 18-06-2026, 10:20 WIB
IHSG Ambles 1,1 Persen ke Level 6.152 pada 18 Juni 2026
Kamis / 18-06-2026, 10:20 WIB
IHSG Anjlok 1,14 Persen ke 6.150 pada Sesi I, Tertekan Antisipasi BI dan MSCI
Kamis / 18-06-2026, 10:20 WIB
Buang Sampah Sembarangan di Jaksel Bisa Kena Denda Rp500 Ribu
Kamis / 18-06-2026, 10:20 WIB
KPK: Fuad Hasan Masyhur Hadiri Pemeriksaan Ulang Kasus Kuota Haji
Kamis / 18-06-2026, 10:20 WIB
BPI Danantara dan BP BUMN Percepat Merger Asuransi Pelat Merah
Kamis / 18-06-2026, 10:20 WIB
Harga Minyak Dunia Anjlok Imbas Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kamis / 18-06-2026, 10:20 WIB
Asus ROG Zephyrus Duo Resmi Meluncur di Indonesia, Laptop Dual Layar OLED Rp129 Juta
Kamis / 18-06-2026, 10:16 WIB
Cristiano Ronaldo Gagal Bersinar, Portugal Ditahan Imbang Kongo 1-1
Kamis / 18-06-2026, 10:16 WIB
Harga Emas Antam Turun Rp30 Ribu Per Gram pada 18 Juni 2026
Kamis / 18-06-2026, 10:15 WIB
Marcus Rashford Rela Ubah Kontrak Demi Bertahan di Barcelona
Kamis / 18-06-2026, 10:15 WIB
Nilai Matematika TKA Rendah, Pembenahan Pembelajaran di Sekolah Perlu Dilakukan
Kamis / 18-06-2026, 10:15 WIB
4 Kebiasaan Buruk Sehari-hari yang Diam-diam Merusak Kesehatan Jantung
Kamis / 18-06-2026, 10:15 WIB






