PT Prodia Diagnostic Line, perusahaan pembuatan dan pengolahan alat kesehatan diagnosis, bersiap melaksanakan penawaran umum saham perdana (IPO) dengan kode saham PRDL.

Perseroan akan menawarkan sebanyak-banyaknya 522,90 juta lembar saham atau setara 30% dari modal disetor dan ditempatkan penuh setelah IPO.

>>> BRI Izinkan Pelaku Usaha dengan Pinjol di Bawah Rp 1 Juta Ajukan KUR

Selain itu, PRDL juga menyediakan Program Alokasi Saham Pegawai (ESA) sebanyak 36,60 juta saham, sekitar 7% dari total saham yang ditawarkan.

Pada tahap bookbuilding, harga saham PRDL dipatok dalam rentang Rp 100 hingga Rp 120 per saham.

Dengan skema ini, perseroan berpotensi mengantongi dana segar maksimal Rp 62,74 miliar.

>>> Wahana Makmur Sejati Gelar Promo SEJIWA untuk Ringankan Biaya Perawatan Motor

Rencana Penggunaan Dana IPO

Dana hasil IPO setelah dikurangi biaya emisi akan dialokasikan untuk beberapa kebutuhan. Sebesar Rp 33,66 miliar digunakan untuk melunasi pokok fasilitas kredit di BCA dan Bank Panin.

Sekitar 28,92% dari dana IPO akan dialokasikan sebagai belanja modal (capital expenditure). Sisa dana sebesar 8,51% akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja.

>>> Pertamina Patra Niaga Naikkan Harga Pertamax per 10 Juni 2026

Proses bookbuilding dijadwalkan berlangsung pada 18 Juni hingga 23 Juni 2026. PT Sucor Sekuritas ditunjuk sebagai penjamin pelaksana emisi efek.