PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) berkomitmen membagikan dividen tunai kepada pemegang saham setelah resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Target rasio pembayaran maksimal 20 persen dari laba bersih.

>>> Tom Holland Pilih Owen Cooper Jadi Penerus Spider-Man

Kebijakan pembagian keuntungan tersebut direncanakan mulai berlaku untuk tahun buku 2026. Manajemen PRDL menegaskan bahwa realisasi pembayaran ini tetap akan menyesuaikan dengan kondisi finansial internal perusahaan.

"Setelah Penawaran Umum Perdana Saham, Perseroan akan membayarkan dividen tunai kepada pemegang saham Perseroan dengan rasio sebanyak-banyaknya 20% dari laba bersih setelah penyisihan untuk cadangan wajib mulai tahun buku 2026," tulis manajemen PRDL dalam prospektus awal di Jakarta.

Keputusan akhir pembagian dividen harus mendapatkan persetujuan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Ketersediaan arus kas dan rencana investasi masa depan menjadi pertimbangan utama direksi.

Detail Penawaran Umum Perdana

Dalam aksi korporasi ini, PRDL menawarkan maksimal 522.900.000 lembar saham baru atau setara 30 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Harga penawaran dipatok pada kisaran Rp100 sampai Rp120 per saham.

Perusahaan berpotensi menghimpun dana segar hingga Rp62,74 miliar.

Masa penawaran awal atau bookbuilding dijadwalkan berlangsung dari 18 Juni hingga 23 Juni 2026, dengan menunjuk PT Sucor Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

>>> Ramalan Zodiak Libra, Scorpio, dan Sagitarius: Asmara hingga Keuangan

Sekitar Rp35,66 miliar dari dana IPO akan dialokasikan untuk melunasi pokok fasilitas kredit di PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan PT Bank Pan Indonesia Tbk (Panin).

Sisa dana IPO sebesar 28,92 persen akan digunakan sebagai belanja modal untuk pembelian mesin, peralatan kalibrasi, kendaraan, serta sistem perangkat lunak.

Sebesar 8,51 persen dialokasikan untuk modal kerja seperti pembiayaan pemasaran dan pembelian bahan baku.

Kinerja Keuangan dan Prospek

Produsen alat kesehatan In Vitro Diagnostic (IVD) yang berdiri sejak 2010 ini mengelola 1.083 SKU aktif dan melayani 7.611 pengguna akhir di 370 kabupaten dan kota.

Hingga 31 Desember 2025, PRDL membukukan pendapatan sebesar Rp74,37 miliar.

Laba bersih tahun berjalan meningkat menjadi Rp16,98 miliar dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp9,99 miliar.

>>> Kurs Dolar AS Menguat ke Rp 17.855 pada 18 Juni 2026

Saat ini, jajaran kepemimpinan perusahaan dipegang oleh Cristina Sandjaja selaku Direktur Utama dan Andi Widjaja yang menjabat sebagai Komisaris Utama.