Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) secara bulat memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di kisaran target 3,5 persen hingga 3,75 persen pada Rabu (17/6) waktu setempat.

Keputusan ini diambil dalam rapat pertama di bawah kepemimpinan Gubernur Federal Reserve yang baru, Kevin Warsh, sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz.

>>> TVS Motor Company Hadirkan Booth Lebih Besar di Jakarta Fair 2026

Hasil keputusan pekan ini menunjukkan para pejabat bank sentral AS masih terpecah mengenai proyeksi kebijakan ke depan.

Berdasarkan grafik proyeksi suku bunga atau dot plot, sebanyak sembilan dari 18 pejabat memperkirakan adanya potensi kenaikan suku bunga hingga akhir tahun 2026.

Median proyeksi suku bunga mengalami kenaikan dari sebelumnya 3,4 persen pada Maret menjadi 3,75 persen.

Untuk tahun 2027, median proyeksi pejabat mengindikasikan suku bunga akan turun ke level 3,6 persen.

Tercatat ada satu pejabat yang tidak menyampaikan proyeksi suku bunga sama sekali, dan satu pejabat lain tidak memberikan proyeksi untuk tahun 2028.

Revisi Indikator Ekonomi

Selain kebijakan suku bunga, otoritas moneter tersebut merevisi sejumlah indikator ekonomi utama.

Median proyeksi menunjukkan inflasi inti diperkirakan menyentuh angka 3,3 persen pada akhir tahun 2026, lebih tinggi dari estimasi Maret yang sebesar 2,7 persen.

Sementara itu, proyeksi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) dipangkas dari 2,4 persen menjadi 2,2 persen.

Perubahan signifikan juga terlihat dalam narasi pernyataan resmi kebijakan moneter kali ini.

Otoritas moneter terkait menghapus beberapa bahasa lama, termasuk frasa yang mengindikasikan kemungkinan adanya penyesuaian suku bunga lebih lanjut di masa mendatang.

>>> Harga Emas Perhiasan 18 Juni 2026 Terpantau Stabil di Tiga Platform