IHSG Diproyeksikan Melemah Terbatas Akibat Sikap Hawkish The Fed
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak terbatas dan cenderung melemah pada Kamis (18/6/2026).
Sikap hawkish bank sentral Amerika Serikat (The Fed) menjadi tekanan utama bagi pergerakan indeks.
>>> Pertamina Geothermal Energy Berpeluang Besar Raih Pendanaan Hijau Global
Pelaku pasar juga menanti kebijakan suku bunga domestik dari Bank Indonesia.
Proyeksi Teknikal dan Sentimen Pasar
Analis teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menyebut pasar saham sedang mencermati arah kebijakan moneter global dan domestik.
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia diproyeksikan menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) ke level 5,75%.
Secara teknikal, IHSG diperkirakan konsolidasi pada rentang support 6.071-5.931 dan resisten 6.300-6.350.
"Selama bertahan di atas area support, tren rebound menengah masih terjaga meskipun volatilitas diperkirakan meningkat," ujar Reza.
Pelaku pasar juga mengantisipasi agenda internasional seperti MSCI Global Market Accessibility Review, rebalancing FTSE, dan MSCI Annual Market Classification Review.
Pilarmas Sekuritas menyoroti tekanan eksternal setelah The Fed mempertahankan suku bunga di kisaran 3,5%-3,75%.
>>> Trump Teken Kesepakatan Damai Sementara dengan Iran, Picu Kritik Internal
Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh, memberikan sinyal suku bunga tetap tinggi dalam jangka waktu lama untuk meredam inflasi.
Dot plot menunjukkan kenaikan median Fed Rate tahun ini menjadi 3,75% dari sebelumnya 3,375%.
Tekanan eksternal berdampak negatif pada bursa Wall Street, dengan S&P 500 anjlok sekitar 1,5%, serta Dow Jones dan Russell 2000 melemah.
"Probabilitas kenaikan suku bunga pada September naik menjadi 50,4% dengan potensi kenaikan 25 bps," tulis Pilarmas Sekuritas.
Dari dalam negeri, Pilarmas memperkirakan Bank Indonesia akan menaikkan suku bunga acuan untuk menjaga stabilitas rupiah dan mengendalikan inflasi.
Secara teknikal, IHSG berpotensi melemah dengan support di 6.170 dan resistance di 6.400.
>>> Bank Sentral Global Alihkan Penyimpanan Emas dari Swiss
Analis eToro, Bret Kenwell, mengatakan pasar sudah bersiap menghadapi suku bunga lebih tinggi, tetapi proyeksi The Fed menunjukkan sikap yang lebih hawkish dari perkiraan investor.
Update Terbaru
Republik Ceko vs Afrika Selatan: Perburuan Kemenangan Perdana di Grup A Piala Dunia 2026
Kamis / 18-06-2026, 08:40 WIB
Antara Beton dan Rasa Aman Warga: Surabaya Hentikan Proyek Box Culvert
Kamis / 18-06-2026, 08:40 WIB
Freeport Serahkan Draf Perjanjian Divestasi Saham 12 Persen ke Pemerintah
Kamis / 18-06-2026, 08:37 WIB
KPK Buka Peluang Periksa Lagi ASN Bea Cukai yang Viral Lari dari Jurnalis
Kamis / 18-06-2026, 08:36 WIB
Empat Platform Ini Mudahkan Penggemar Pantau Piala Dunia 2026
Kamis / 18-06-2026, 08:36 WIB
The Fed Pertahankan Suku Bunga Acuan AS di Kisaran 3,5 Persen
Kamis / 18-06-2026, 08:36 WIB
Perbedaan UV Filter dan SPF dalam Sunscreen yang Perlu Diketahui
Kamis / 18-06-2026, 08:36 WIB
Kementerian ESDM: Harga Pertamax Berpeluang Turun Jika Minyak Dunia Melemah
Kamis / 18-06-2026, 08:36 WIB
Polisi Kerahkan 3.161 Personel Amankan Eksekusi Hotel Sultan
Kamis / 18-06-2026, 08:35 WIB
The Fed Tahan Suku Bunga Acuan di Tengah Inflasi yang Masih Tinggi
Kamis / 18-06-2026, 08:35 WIB
Oriflame Indonesia Luncurkan Novage Proceuticals 10% Niacinamide Power Drops
Kamis / 18-06-2026, 08:35 WIB
Kawasaki Brusky 125 Siap Bersaing dengan Yamaha FreeGo 125 di Pasar Skutik
Kamis / 18-06-2026, 08:33 WIB
Kualitas Udara Jakarta Pagi Ini Masuk Kategori Tidak Sehat
Kamis / 18-06-2026, 08:33 WIB
Ekonom Prediksi BI Rate Tetap 5,50 Persen pada RDG Juni 2026
Kamis / 18-06-2026, 08:32 WIB






