Swiss tidak lagi menjadi destinasi utama bagi investor yang ingin menyimpan emas di brankas resmi.

Laporan World Gold Council (WGC) menunjukkan penurunan signifikan dalam penyimpanan emas di Bank Nasional Swiss.

>>> Kualitas Udara Jakarta Terburuk Ketiga di Dunia, Warga Diimbau Pakai Masker

Pada Kamis (18/6/2026), WGC mengungkapkan bahwa persentase penyimpanan emas di bank sentral Swiss tersebut turun menjadi 6 persen pada tahun ini.

Angka itu merosot dari 12 persen yang tercatat pada tahun sebelumnya.

Penurunan ini terjadi di tengah tren akumulasi emas oleh bank-bank sentral global.

Pada bulan April, mereka menambahkan 17 ton cadangan emas bersih, dengan Polandia dan Tiongkok sebagai pemimpin pembelian.

WGC mencatat bahwa bank sentral global telah mengakumulasi sekitar 1.000 ton emas dalam empat tahun terakhir.

>>> Suzuki Konfirmasi SUV Baru untuk Indonesia, Diduga XL7 Facelift

Jumlah itu melonjak drastis dibandingkan rata-rata 500 ton per tahun pada dekade sebelumnya.

Peningkatan pembelian emas didorong oleh ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global. Kondisi ini dinilai meredupkan prospek bagi para pengelola cadangan emas.

Sementara itu, analis Barclays memproyeksikan harga emas dunia bisa kembali naik ke atas US$ 4.800 per troy ounce pada 2026.

Pada 2027, harga diprediksi mencapai US$ 4.900 per troy ounce.

>>> Harga Minyak Dunia Anjlok Imbas AS dan Iran Sepakat Berdamai

Bank asal Inggris itu memperkirakan harga emas akan terangkat oleh inflasi AS yang tinggi, ketidakpastian kebijakan moneter, dan permintaan kuat dari bank sentral global.