Harga emas dunia mengalami penurunan pada akhir perdagangan Rabu (17/6/2026) waktu setempat.

Pelemahan terjadi setelah bank sentral Amerika Serikat (The Fed) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan.

>>> IHSG Diprediksi Konsolidatif Menanti Keputusan The Fed dan BI Rate

Data perdagangan spot menunjukkan harga emas melemah 0,7 persen ke level 4.299,89 dollar AS per ons.

Sementara itu, kontrak emas berjangka AS justru menguat 0,6 persen ke posisi 4.381,40 dollar AS per ons.

The Fed menetapkan suku bunga tetap pada kisaran 3,50 persen hingga 3,75 persen.

Namun, proyeksi terbaru mengindikasikan 9 dari 19 anggota komite memperkirakan perlunya pengetatan moneter sekali lagi sebelum tahun ini berakhir.

Sinyal hawkish tersebut mendorong penguatan nilai tukar dollar AS.

Hal ini secara langsung menekan harga emas karena nilainya menjadi lebih mahal bagi pembeli dengan mata uang asing.

Dalam konferensi pers perdananya, Ketua The Fed Kevin Warsh mengumumkan pembentukan lima gugus tugas untuk meninjau pelaksanaan kebijakan bank sentral.

Pedagang logam independen Tai Wong menilai Warsh tampil tajam, percaya diri, dan energik.

Menurut Wong, pernyataan Warsh mengenai arah suku bunga menunjukkan indikasi yang lebih agresif dibandingkan pendahulunya, Jerome Powell.

>>> Colegio Indonesia: Jembatan Pendidikan dan Budaya Meksiko-Indonesia

"Dia mengatakan dua kali bahwa suku bunga saat ini hanya bersifat membatasi di sektor perumahan. Itu membuat posisinya lebih hawkish," ujar Wong.

Mengacu pada CME FedWatch Tool, ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga pada Desember 2026 melonjak menjadi 78 persen.

Angka ini naik signifikan dari 61 persen sebelum pengumuman resmi.

Selain penguatan dollar, harga minyak mentah yang bertahan di level tinggi turut memicu kekhawatiran inflasi berkelanjutan. Situasi ini memperkuat spekulasi bahwa suku bunga tinggi akan dipertahankan lebih lama.

Logam mulia biasanya rentan tertekan saat suku bunga meningkat karena aset ini tidak memberikan imbal hasil.

Pada pekan sebelumnya, harga emas sempat merosot ke level terendah dalam lebih dari enam bulan akibat konflik Iran.

Presiden AS Donald Trump menyatakan kesepakatan dengan Iran belum final dan siap melancarkan serangan kembali jika hasilnya tidak memuaskan.

Di sektor logam mulia lainnya, harga perak spot melemah 1,1 persen menjadi 69,41 dollar AS per ons.

>>> IHSG Diprediksi Melemah Terbatas, Rupiah Tertekan ke Rp 17.762

Platinum merosot 2 persen ke 1.768,03 dollar AS per ons, dan paladium turun 1,1 persen ke 1.336,91 dollar AS per ons.