Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak konsolidatif pada perdagangan Kamis (18/6/2026).

Sikap wait and see investor menjelang sejumlah agenda penting di pasar keuangan domestik menjadi faktor utama.

>>> Colegio Indonesia: Jembatan Pendidikan dan Budaya Meksiko-Indonesia

Pada Rabu (17/6), IHSG ditutup melemah 0,55% ke level 6.220,7. Indeks sempat menguji level 6.321 pada awal sesi sebelum berbalik turun.

Tekanan jual akibat aksi ambil untung dan kehati-hatian investor menjelang pengumuman kebijakan bank sentral menjadi pemicu pelemahan.

Pelaku pasar juga mencermati MSCI Global Market Accessibility Review dan rebalancing FTSE.

Sentimen ini turut menekan nilai tukar rupiah yang melemah ke posisi Rp 17.762 per dolar AS.

Fokus pada Keputusan The Fed dan BI

Berdasarkan riset BRI Danareksa Sekuritas, pasar fokus pada hasil rapat Federal Reserve yang diproyeksikan menahan suku bunga.

Sementara itu, Bank Indonesia diprediksi menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75% demi stabilitas nilai tukar.

"Hasil keputusan The Fed dan Bank Indonesia akan menjadi penentu arah pergerakan rupiah, arus dana asing, serta sentimen pasar dalam jangka pendek," tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya.

Secara teknikal, IHSG diperkirakan melemah terbatas dengan support di level 6.071 hingga 5.931. Resistance berada pada kisaran 6.300 hingga 6.350.

Dari pasar global, bursa saham AS ditutup melemah setelah Federal Reserve memberikan sinyal kebijakan moneter yang lebih hawkish.

>>> IHSG Diprediksi Melemah Terbatas, Rupiah Tertekan ke Rp 17.762

Dow Jones turun 0,98% ke 51.492,55 dan S&P 500 melemah 1,21% ke 7.420,10.

BRI Danareksa Sekuritas memberikan beberapa rekomendasi saham yang menarik untuk dicermati pada perdagangan hari ini.