Alasan di Balik Kesepakatan

Menipisnya pasokan energi Teluk selama konflik tiga bulan terakhir dan tekanan ekonomi global menjadi alasan utama Trump.

Ia mengisyaratkan risiko krisis ekonomi besar mendasari keputusan menghentikan perang yang pecah sejak Februari lalu.

>>> Gisella Anastasia Debut Pemeran Utama Sinetron Tobat Jatuh Cinta

Saat menghadiri KTT G7 di Prancis, Trump menyatakan eskalasi militer berlanjut bisa memicu depresi ekonomi internasional.

Ia juga membela keputusan tidak memasukkan program rudal balistik Iran dalam perjanjian awal, yang akan dibahas pada perundingan berikutnya.

Trump mempertahankan program pembangunan senilai US$300 miliar untuk Iran dalam MoU.

Ia menegaskan tidak ada dana pemerintah AS yang terlibat, dan Iran hanya akan mendapat manfaat jika berperilaku baik.

Gedung Putih menyatakan siap mengerahkan militer kembali jika Iran melanggar kesepakatan. Trump juga mengindikasikan siap mencairkan miliaran dolar aset Iran yang dibekukan AS.

Kesepakatan awal ini memberikan dampak positif bagi pasar energi global. Harga minyak Brent dilaporkan turun di bawah US$80 per barel pekan ini.

MoU masih menyisakan sengketa terkait stok uranium Iran yang diperkaya tinggi. Pembahasan akan dilanjutkan dalam negosiasi 60 hari ke depan.

Trump tidak melihat durasi itu sebagai tenggat mutlak selama Iran menunjukkan sikap baik.

Konflik bersenjata dimulai pada 28 Februari saat Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melancarkan bombardemen ke Iran.

Serangan dilakukan dengan alasan mencegah pengembangan senjata nuklir.

Penutupan Selat Hormuz oleh Iran berhasil menekan Gedung Putih. Lonjakan harga kebutuhan di AS akibat konflik menggerus dukungan terhadap Trump menjelang pemilu paruh waktu November.

Analisis Bloomberg Economics menyebut kesepakatan ini menukar pembukaan Selat Hormuz dengan keringanan ekonomi bagi Iran.

>>> BGN Larang Pegawai Miliki Dapur Makan Bergizi Gratis

Pertukaran dinilai tidak seimbang karena keuntungan Teheran besar, sementara Washington hanya mendapatkan kembali sebagian manfaat pra-perang.