Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi, termasuk Pertamax, berpotensi turun apabila harga minyak mentah dunia melemah.

Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia mengatakan penetapan harga BBM non-subsidi mengikuti perkembangan harga pasar dan harga keekonomian.

>>> Jennifer Lopez Sindir Marc Anthony soal Minim Bantuan Besarkan Anak

"Nah apakah bisa turun? Pasti.

Ketika harga minyak dunia turun, sudah bisa dipastikan harga BBM non-subsidi juga akan turun," ujar Anggia di Auditorium Badan Komunikasi Pemerintah, Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan prinsip yang sama berlaku ketika harga minyak dunia naik. Dalam kondisi itu, penyesuaian dengan harga keekonomian harus dilakukan.

Pemerintah telah berupaya menahan kenaikan harga BBM non-subsidi demi menjaga daya beli masyarakat.

Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah bersama BUMN dan swasta sempat berdiskusi untuk mempertahankan harga BBM non-subsidi di tengah gejolak pasar energi global.

>>> Komisi III DPR Setujui Tambahan Anggaran KPK dan BNN untuk 2027

Dengan meningkatnya harga minyak dunia, kata Anggia, BUMN pada akhirnya perlu melakukan penyesuaian.

"Dengan fluktuasi harga yang semakin dinamis, para pelaku usaha mau tidak mau harus menyesuaikan dengan harga keekonomian. Jadi kalau ditanya akan turun nggak harga minyak dunia, turun.

Pasti akan ada penyesuaian juga untuk penurunan harga BBM non-subsidi," jelasnya.

Anggia menekankan masyarakat perlu memahami perbedaan antara BBM subsidi dan non-subsidi. Pemerintah memastikan harga BBM bersubsidi, yakni Pertalite dan solar subsidi, tetap dipertahankan untuk melindungi kelompok masyarakat rentan.

>>> Pemkot Bandung Tertibkan 174 Bangunan Liar di Jalan Terusan Pasirkoja

Sementara itu, harga BBM non-subsidi seperti Pertamax, Dex Series, dan lainnya mengikuti mekanisme pasar dan perkembangan harga minyak mentah dunia.