Harga Minyak Menguat Akibat Ketidakpastian Hubungan AS-Iran
Harga minyak mentah dunia ditutup menguat hampir 1 persen pada perdagangan Rabu (17/6/2026).
Kenaikan ini dipicu pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut kesepakatan gencatan senjata dengan Iran belum bersifat final.
>>> Portugal Ditahan Imbang RD Kongo pada Laga Pembuka Piala Dunia 2026
Minyak mentah Brent naik 59 sen atau 0,75 persen ke posisi US$ 79,55 per barel.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS bertambah 74 sen atau 0,97 persen menjadi US$ 76,79 per barel.
Kekhawatiran pasar atas stabilitas pasokan energi global kembali mencuat setelah pernyataan Trump yang membuka peluang kelanjutan kampanye militer jika Teheran melanggar komitmen.
Laporan serangan udara Israel di Lebanon selatan turut menambah ketegangan.
Analis: Fluktuasi Wajar Akibat Ketidakpastian
Analis pasar City Index dan FOREX. com Fawad Razaqzada menilai fluktuasi ini merupakan respons wajar dari pelaku pasar komoditas.
"Masih ada ketidakpastian terkait situasi AS-Iran. Wajar jika harga minyak memantul setelah mengalami penurunan cukup tajam dalam beberapa hari terakhir," ujar Fawad.
>>> Rangkuman Berita Jakarta: Evakuasi Jenazah 120 Kg hingga Pramono Temui Menteri Singapura
Data Administrasi Informasi Energi AS (EIA) mencatat penurunan persediaan minyak mentah domestik selama sepuluh pekan berturut-turut.
Persediaan mencapai level terendah sejak tahun 1985 akibat lonjakan permintaan dan gangguan konflik.
Presiden Lipow Oil Associates Andy Lipow menjelaskan bahwa AS dan beberapa negara lain terus menguras cadangan strategis maupun komersial untuk mengurangi dampak gangguan pasokan dari Timur Tengah.
Meskipun sentimen geopolitik mendorong kenaikan harga saat ini, Badan Energi Internasional (IEA) memproyeksikan pasar minyak global akan menghadapi surplus pasokan signifikan pada tahun 2027.
Pertumbuhan produksi diperkirakan mencapai 8 juta barel per hari.
Analis riset Empire FX Crispus Nyaga menilai pasar kemungkinan masih meremehkan besarnya surplus pasokan yang akan muncul dalam beberapa tahun mendatang.
>>> Cristiano Ronaldo Ukir Rekor Tampil di Enam Edisi Piala Dunia
Pemulihan kapasitas produksi dan pengolahan minyak ke tingkat sebelum perang diperkirakan memerlukan waktu mulai dari hitungan minggu hingga tahunan.
Update Terbaru
Portugal Ditahan Imbang Kongo 1-1, Ronaldo Jadi Sorotan
Kamis / 18-06-2026, 06:57 WIB
Harga Minyak Dunia Naik Imbas Keraguan atas Kesepakatan Damai AS-Iran
Kamis / 18-06-2026, 06:56 WIB
Ciri Perempuan dengan Kecerdasan Emosional Tinggi dalam Hubungan
Kamis / 18-06-2026, 06:56 WIB
Harga Emas Dunia Turun ke US$ 4.278,2 per Troy Ons pada 17 Juni 2026
Kamis / 18-06-2026, 06:56 WIB
Kriminal Kemarin: Pembacokan Pelajar hingga Modus Stiker Sedot WC
Kamis / 18-06-2026, 06:56 WIB
Ipswich Town Jadwalkan Uji Coba Lawan Oxford United, Baggott Berpotensi Hadapi Romeny
Kamis / 18-06-2026, 06:56 WIB
Portugal Ditahan Imbang RD Kongo di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Kamis / 18-06-2026, 06:55 WIB
Cara Cek Penerima PIP 2026 Lewat pip.kemendikdasmen.go.id
Kamis / 18-06-2026, 06:55 WIB
Saddil Ramdani Optimistis Persib Bandung Mampu Bersaing di ACC 2026/2027
Kamis / 18-06-2026, 06:55 WIB
Rivian PHK Ratusan Karyawan Tak Lama Setelah Meluncurkan R2
Kamis / 18-06-2026, 06:53 WIB
11 Kades Jombang Kunjungi IKN Pakai Dana Kas Paguyuban
Kamis / 18-06-2026, 06:52 WIB
Dishub DKI Siapkan Rekayasa Lalu Lintas untuk Haul Akbar Monas
Kamis / 18-06-2026, 06:52 WIB
KPK Cermati Nama-Nama yang Muncul di Sidang Kasus Bea Cukai
Kamis / 18-06-2026, 06:52 WIB
Zlatko Dalic: Timnas Kroasia Tak Boleh Salah Lagi Usai Kalah dari Inggris
Kamis / 18-06-2026, 06:52 WIB






