Microsoft Corp.

tetap menjual model kecerdasan buatan (AI) kepada perusahaan-perusahaan China di tengah meningkatnya persaingan teknologi antara Amerika Serikat dan China.

>>> PT Patra Logistik Salurkan 2,5 Juta Liter BBM Per Hari di Malang Raya

ByteDance Ltd., perusahaan induk TikTok, menjadi pelanggan AI terbesar Microsoft dalam beberapa tahun terakhir.

ByteDance diperkirakan mengeluarkan lebih dari US$1 miliar per tahun untuk mengakses layanan AI dan cloud Azure.

Selain ByteDance, Ant Group Co., Meituan, dan Tencent Holdings Ltd. juga tercatat sebagai pembeli besar model AI melalui platform cloud Azure.

Kehadiran di China memberi Microsoft kesempatan mengamati inovasi lokal dan melayani klien multinasional.

Namun, pasar China hanya menyumbang sekitar 1,5% dari total pendapatan Microsoft pada 2024, seperti disampaikan Presiden Microsoft Brad Smith di hadapan Kongres AS.

Aktivitas komersial ini memicu perdebatan di kalangan pembuat kebijakan AS. Anggota parlemen dan eksekutif teknologi AS memandang pengembangan AI oleh China sebagai ancaman bagi industri domestik.

Anthropic PBC dan OpenAI memilih tidak menjual model mereka langsung ke China karena kekhawatiran penyalahgunaan dan pencurian kekayaan intelektual.

Microsoft dan OpenAI tidak memberikan komentar resmi.

Di internal Microsoft, mantan Chief Commercial Officer Judson Althoff memuji pertumbuhan AI Microsoft di China dalam rapat penjualan Juli 2025.

"Solusi AI paling elit di dunia sedang dibangun di pantai barat AS dan pantai timur China. Satu-satunya perusahaan yang menyatukan kedua tempat tersebut adalah Microsoft," kata Althoff.

Pertumbuhan Omzet Azure dan Penggunaan Model

Pertumbuhan omzet AI Azure di China melaju lebih cepat dibandingkan wilayah lain.

>>> Perpres Perlindungan Pekerja Transportasi Online Belum Bisa Diakses Publik